okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 27 Nov 2012 14:38:16 GMT | By tuty, okezone.com

Ciptakan Keluarga Harmonis, Hindari Rumus ''4 Terlalu''



MEMBANGUN sebuah keluarga yang bahagia tentunya menjadi sebuah keinginan yang didamba setiap individu. Mewujudkan hal ini niscaya tak sulit, selama Anda menghindari "empat terlalu" berikut ini.

Hidup yang bahagia tentunya tidak lengkap tanpa hadirnya seorang pendamping. Kehadiran pendamping hidup ini nantinya akan menuntun Anda pada terbangunnya sebuah keluarga yang bahagia. Ironisnya, tak semua keluarga dapat mencapai kebahagiaan yang diinginkannya.

Lantas, apa yang perlu dilakukan demi terciptanya kehidupan keluarga yang berbahagia?

"Kita dapat memaknai hidup dengan menggunakan program Keluarga Berencana (KB). KB diharapkan dapat mengatur situasi dan kondisi kehidupan yang sesuai dengan kemampuan," tutur Dr. Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN saat berbincang secara eksklusif dengan Okezone di Kantor BKKN Pusat, Halim Perdanakusuma, Jakarta, baru-baru ini.

Dijelaskan Sudibyo, setidaknya ada "empat terlalu" yang sebaiknya dihindari dalam upaya membangun keluarga yang bahagia.

Terlalu banyak

Jumlah anak yang terlalu banyak biasanya akan memunculkan kerepotan tersendiri. Belum lagi masalah fiansial terkait dengan biaya kehidupan, pendidikan, dan lain-lain.

Terlalu rapat

Memiliki buah hati tentunya menjadi sebuah hak bagi setiap pasangan suami-istri. Namun ada baiknya untuk memikirkan jarak kelahiran antara satu anak dengan anak lainnya. "Ibunya juga butuh waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis usai melahirkan," jelas Sudibyo. Selain itu, jarak kelahiran yang terlalu dekat juga akan membuat buah hati kurang mendapat kasih sayang yang cukup. Sedangkan jarak kelahiran yang terlalu jauh dipandang akan membuat anak cenderung menjadi manja.

Terlalu muda

Dalam agama Islam, seorang wanita dianggap dewasa atau akhil baligh saat sudah mencapai menstruasi. Meski sah secara agama untuk menikah, pada usia belasan tahun, baik kondisi fisik dan mental seorang remaja biasanya belum matang benar. Hal ini dikhwatirkan akan menyebabkan masalah besar dalam pernikahan.

Terlalu tua

Beberapa orang melakukan pernikahan di usianya yang tak lagi muda. Hal ini tentunya bukan sebuah hal yang salah, akan tetapi perlu menjadi perhatian jika berencana untuk memiliki anak. Sebab, kondisi tubuh dan elastisitas wanita akan berkurang seiring dengan matangnya usia. "Jika empat hal ini dijaga, Insya Allah akan harmonis," tutupnya.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft