BeritaSatu Logo
Updated: Wed, 21 Nov 2012 15:11:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal keluarga

Situs Porno Terkait dengan Kasus Pelecehan Seksual pada Anak



Berita Satu

BERITASATU.COM - Sebagian menyalahkan teknologi yang memberi kemudahan pada akses ke situs porno.

Sebuah laporan mengidentifikasi sekitar 16.500 anak muda memperlihatkan tanda berisiko mengalami pelecehan seksual. Dampak dari situs porno online dinilai turut mempengaruhi setengah kasus anak-anak yang mengalami eksploitasi seksual.

Penelitian oleh Sue Berelowitz, wakil komisaris Komisi Perlindungan Anak di Inggris, menemukan bahwa “penggunaan dan dampak” pornografi adalah faktor utama pada 48 persen korban tindakan kekerasan dan pelaku kejahatan yang diwawancarai.

Ia mengatakan mudahnya akses pada situs online porno condong kepada pandangan kaum muda tentang apa itu “seks yang bisa diterima, dibutuhkan atau diharapkan” dan bisa membuat bocah lelaki melihat remaja perempuan sebagai “objek untuk digunakan dan dilukai”.

Laporan ini memperingatkan bahwa “jarang” menemukan kasus-kasus tindakan kekerasan ketika teknologi seperti ponsel dan komputer belum memiliki tingkat koneksivitas seperti sekarang.

Hal ini termasuk mendorong remaja-remaja perempuan untuk menampilkan gambar dirinya yang secara eksplisit bersifat seksual di situs-situs jejaring sosial seperti Facebook dan memperlihatkan pornografi yang ekstrem atau penuh kekerasan dan mendiskusikannya.

Daily Mail telah melakukan kampanye untuk melakukan blokir otomatis terhadap situs porno untuk melindungi anak-anak. Hanya mereka yang berusia 18 tahun ke atas yang mampu mengaksesnya hanya setelah memilih verifikasi yang ketat.

Laporan sementara menemukan bahwa setidaknya 16.500 anak diidentifikasi berada dalam risiko mengalami kekerasan seksual antara April 2010 dan Maret 2011.

Anak-anak yang dinilai berisiko ini ketika memiliki tiga dari 13 kategori kondisi yang dinilai para pakar berisiko terkena kekerasan seksual. Di dalamnya di antaranya minggat dari rumah, sekolah, atau tempat penitipan, melakukan tindak kriminalitas, menggunakan obat bius atau alkohol, melukai diri sendiri, atau mengalami infeksi seksual berulang kali.

Sekitar 2409 anak juga dikonfirmasi menjadi korban eksploitas oleh geng dan kelompok antara Agustus 2010 dan Oktober 2011, dengan 15 di antaranya berada dalam usia puncak mengalami pelecehan.

Laporan ini menggunakan data bukti dari kesatuan polisi, dewan perlindungan anak, organisasi kesehatan, dan organisasi lainnya. Ini berarti bahwa angka 16.500 dan 2409 adalah yang melapor ke pihak berwenang. Jumlah yang sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

“Realitanya setiap tahun, ribuan anak di Inggris diperkosa dan mendapat kekerasan oleh orang-orang yang melecehkan mereka, melukai, dan mengendalikan mereka. Pengaruh pada hidup mereka sangat menyengsarakan,” kata Berelowitz.

“Kekerasan ini bisa terjadi di mana saja, ketika mereka pulang dari sekolah, pulang dari toko, dan di taman sekitar,” kata Berelowitz.


Secara mengejutkan, sekitar satu dari kasus kekerasan terjadi di sekolah.

Penelitian ini juga menyalahkan dampak teknologi dalam memberi kemudahan akses ke situs online. “Seorang anak yang menjadi korban bisa jadi berasumsi bahwa rasa sakit dan kekerasan, adalah hal yang biasa dalam aktivitas seksual.” Laporan ini juga menilai bahwa pornografi bisa berkontribusi “pada ide-ide tentang hak, objektifikasi seksual pada perempuan dan anak, pelecehan dan tindakan kekerasan seksual yang mendukung eksploitasi seksual pada anak.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft