BeritaSatu Logo
Updated: Wed, 03 Oct 2012 18:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal keluarga

Kurikulum Pelajaran Baru, Untuk Kembangkan Keingintahuan Siswa SD



Berita Satu

BERITASATU.COM - Kurikulum baru diarahkan agar anak bisa memenuhi empat kompetensi dasar yaitu mengamati, mempertanyakan, bernalar, dan mengomunikasikan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar mengatakan, kurikulum baru akan disusun lebih rinci sehingga memudahkan tugas guru. Kurikulum baru tahun 2013 akan memuat proses pembelajaran yang bersifat tematik dan terintegrasi.

Tematik artinya proses pembelajaran diarahkan untuk mendekatkan ilmu dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sedangkan terintegrasi artinya proses pembelajaran disusun saling terkait antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya.

“Contohnya, anak belajar dengan tema alam sekitar. Lalu tema itu dibuat terintegrasi, karena di situ ada pelajaran bahasa Indonesia berupa kosakata, pelajaran ilmu pengetahuan dan lingkungan, atau misalnya ada pelajaran Matematika karena menghitung jumlah pohon,” kata Khairil, Selasa (2/10).

Menurut Khairil, metode tematik dan terintegrasi akan melatih anak mengembangkan rasa ingin tahu (curiosity). Dia menambahkan kurikulum baru diarahkan agar anak bisa memenuhi empat kompetensi dasar yaitu mengamati, mempertanyakan, bernalar (menghubungkan), dan mengomunikasikan.

“Penekanan kurikulum baru ini terutama kepada anak SD karena jenjang paling dasar,” kata Khairil.

Terkait peran guru, dia menilai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dipakai saat ini membuat guru kebingungan karena dibiarkan sendiri menyusun kurikulum tingkat sekolah sampai proses pembelajaran. Oleh karena itu, tim perumus kurikulum baru juga akan menyusun buku panduan sebagai standar minimal pengajaran untuk guru.

“KTSP berharap, peran sekolah, peran guru semakin besar tapi kita tidak bisa menafikan bahwa guru belum siap. Akhirnya terjadi 'kasus LKS' (lembar kerja siswa), sekolah membagikan LKS memuat unsur-unsur pornografi atau radikalisme,” kata Khairil.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, kurikulum pendidikan nasional yang baru akan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Dia mengakui kurikulum saat ini sangat membosankan karena memakai buku-buku yang rumit dan menuntut anak harus tahu.

Sementara itu, Bambang Wisudo dari Sekolah Tanpa Batas mengkritik rencana menteri pendidikan dan kebudayaan untuk menambah jam pelajaran atau lama sekolah. Menurutnya, pendidikan sekolah justru akan menghegemoni kehidupan anak. Dia mengatakan fenomena orangtua yang bekerja hanya terjadi di Jakarta. Di sisi lain, anak-anak membutuhkan waktu untuk bergaul dan bermain dengan lingkungannya.

“Kalau seluruh kehidupan anak dikontrol oleh sekolah anak tidak bisa punya ruang untuk tumbuh dewasa, untuk menentukan jadwal sendiri, berkreativitas sendiri. Akhirnya bisa melahirkan generasi yang tergantung, tidak independen atau mandiri,” kata Bambang.

Dia mengingatkan kurikulum nasional seharusnya hanya sebagai patokan (benchmark) saja. Sekolah tetap perlu diberi kebebasan untuk menerapkan kurikulum sesuai konteks masing-masing. Dia juga mengkritik kurikulum nasional yang hanya didisain untuk anak dengan intelektual tinggi. Menurutnya, kurikulum harus mampu mengakomodasi anak dengan kecerdasan rata-rata. “Sekarang anak difabel (berkemampuan khusus) sekalipun harus dikejar target bisa membaca, bisa ini itu,” tandas Bambang.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar Zulfadli mengatakan kurikulum baru harus disusun berdasarkan riset. Pemerintah jangan bersifat reaktif tetapi kurikulum harus dibuat untuk jangka panjang. “Kurikulum saat ini yaitu KTSP kan ditetapkan oleh menteri sebelumnya. Jangan ada kesan, ganti menteri ganti kurikulum,” katanya.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft