BeritaSatu Logo
Updated: Wed, 19 Sep 2012 17:09:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal keluarga

Empeng Bisa Hambat Kematangan Emosi Anak Laki-laki



Berita Satu

BERITASATU.COM - Bila terlalu sering digunakan, empeng bisa hambat perkembangan emosional anak laki-laki.

Beberapa waktu lalu, badan kesehatan internasional di bawah PBB, WHO beserta American Academy of Pediatrics menyarankan orangtua untuk membatasi penggunaan empeng pada anak-anak karena ada kemungkinan menyebabkan infeksi dan abnormalitas kesehatan gigi anak. Tak hanya itu, ada efek lain yang mungkin bisa terjadi akibat penggunaan empeng, terutama pada anak laki-laki.

Sebuah penelitian terkini yang dipublikasikan di jurnal Basic and Applied Psychology menemukan, penggunaan empeng berlebihan oleh anak-anak bisa menghambat perkembangan emosional anak hingga dewasa.

Studi yang dilakukan oleh University of Wischonsin, Madison, dan French National Agency of Research ini mengambil kesimpulan setelah menyelenggarakan 2 tes terpisah.

Tes pertama dilakukan pada sekelompok anak lelaki berusia antara 6-7 tahun yang diminta menonton video. Anak-anak yang sering menggunakan empeng saat masih bayi cenderung malas menirukan mimik karakter yang ada di video, sementara anak-anak yang jarang menggunakan empeng di masa bayi lebih sering dan mudah meniru mimik karakter di video.

Tes kedua dilakukan pada mahasiswa. Mereka diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur kecerdasan emosional mereka. Diketahui, mahasiswa lelaki yang sering menggunakan empeng kala bayi, hasil tes kecerdasan emosionalnya di bawah teman-temannya yang jarang menggunakan empeng kala masih bayi.

Peneliti memperkirakan, bayi-bayi sulit mengimitasi mimik wajah orang di sekeliling mereka bila ada empeng di mulutnya.

Namun, korelasi itu tidak ditemukan pada perempuan. Banyak mahasiswa perempuan yang mendapat nilai kecerdasan emosional tinggi meski saat bayinya sering menggunakan empeng.

Mengenai perbendaan ini para peneliti berteori, perkembangan perempuan jauh lebih dini dari lelaki, dan perkembangan emosi perempuan terjadi sebelum masa penggunaan empeng, atau mungkin perkembangan emosi anak perempuan tetap terjadi meski menggunakan empeng.

Ada pula kemungkinan bahwa anak lelaki jauh lebih rentan dari anak perempuan. Ada pula perkiraan, para orangtua beranggapan, karena pada dasarnya perempuan akan emosional, para orangtua memastikan perkembangan emosional anak perempuan akan disokong.

"Bisa jadi, orangtua secara tak sengaja mengkompensasikan anak perempuan yang menggunakan empeng. Karena mereka ingin anak perempuan untuk bersikap anggun. Anak perempuan pasti diperkirakan akan menjadi sosok yang emosional, jadi, saat diberikan empeng pun, orangtua tetap akan mengajarkan anak perempuannya tentang cara menanggulangi emosinya," kata salah satu penulis penelitian ini, Paula Niedenthal.

Tetapi hasil penelitian ini masih berupa kesimpulan dini dan para peneliti pun masih merasa butuh lebih banyak riset mendalam mengenai hubungan antara penggunaan empeng dan hambatan pembentukan emosional.

Menurut para peneliti, penggunaan empeng di malam hari tidak menjadi masalah, karena saat tidur, anak-anak tidak mengobservasi mimik wajah.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft