Rata-rata, 8 Teman Hilang Setelah Putus Cinta(istockphoto.com)

Periset menemukan, pecahnya persahabatan terjadi karena teman-teman di sekeliling pasangan itu terpaksa mengambil sisi salah satu pasangan. Hal ini yang kemudian membuat persahabatan menjadi pecah.

Satu dari 10 orang mengatakan, teman-temannya berhenti bicara dengan dia dan mantan kekasihnya setelah berakhirnya kisah cinta itu.

Lebih dari 27 persen orang mengaku mencoba bertahan dalam sebuah hubungan karena takut akan berdampak pada hubungan dengan teman-teman lain.

Pendiri HealBee.com, lembaga yang melangsungkan survei ini, Chad Schofield mengatakan, "Ketika sebuah hubungan cinta putus, sulit dihindari, beberapa teman akan tersangkut di dalamnya, khususnya jika masalah dalam hubungan itu cukup pelik."

Teman-teman cenderung harus terlibat di dalam pertengkaran antara pasangan itu, apalagi bila dipaksa untuk memilih pihak.

Sekitar 8 hubungan pertemanan akan terhilang itu umumnya sekitar 3 teman yang dikenalkan dari mantan pacar dan 3 hubungan pertemanan yang terjalin saat hubungan cinta itu sedang berjalan.

Sisa duanya adalah teman yang dikenal sejak sebelum hubungan cinta itu terjadi, namun kemudian berakhir karena mereka terpaksa mengambil pihak atau jengah mendengar tentang konfliknya.

Sekitar dua ribu orang dilibatkan dalam survei ini, yang masing-masing baru saja putus hubungan dengan kekasihnya. Sekitar 31 persen responden mengaku menyesal melakukan tindakan yang tak semestinya karena tindakan itu ternyata berefek pada persahabatan.

Dua puluh satu persen responden mengaku sempat "memanas-manasi" teman-temannya untuk mendukungnya.

Sekitar dua per tiga responden ini berbagi teman yang sama dengan mantan kekasihnya, dengan lebih dari setengahnya bersosialisasi bersama sebagai bagian dari perkumpulan teman.

Begitu sebuah hubungan berakhir, sekitar 49 persen mengklaim, dirinya atau mantan pasangannya akan terdorong keluar dari perkumpulan pertemanan itu.

Sementara itu, nyaris setengah dari mereka merasa teman-temannya mulai menghindar darinya tanpa penjelasan. Sekitar 27 persen dari responden mengatakan, salah satu dari mereka pindah tempat tinggal.

Studi ini juga mengungkap, 1 dari 10 orang berpendapat, teman-teman mereka tidak membantu apa pun saat hubungan sedang berkonflik. Sisa 12 persennya mengatakan tidak bisa meminta pasangannya untuk lebih suportif di masa-msa sulit.

Meski sudah ada dukungan dari teman-teman atau keluarga, sekitar 48 persen dari orang yang baru putus hubungan merasa terisolasi dan kesepian, serta harus membiasakan diri atas status hubungan yang baru itu.

"Setelah putus hubungan, kebanyakan orang harus mendapat dukungan sebanyak-banyaknya. Pengalaman putus cinta itu bisa membuat seseorang merasa sendiri. Akan ada keputusan-keputusan yang harus diambil dan akan memengaruhi kehidupan di masa depan. Setelah putus cinta, seseorang harus mencoba berpikir rasional," jelas Schofield.

Penulis: Daily Mail/ Nadia Felicia (beritasatu.com)