okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 13 Sep 2013 03:58:29 GMT | By tuty, okezone.com

Kasus Dul, Jangan Manjakan Anak dengan Uang



Kasus Dul, Jangan Manjakan Anak dengan Uang

PSIKOLOG anak dan keluarga, A Kasandra Putranto menyatakan, saat ini banyak orangtua yang memberikan kebebasan demi membahagiakan buah hati mereka. Namun sistem memberi kebebasan dan mengantongi finansial yang melimpah, malah akan memperburuk sifat alami sang buah hati.

Tidak hanya itu, orangtua juga harus tegas dengan cara mengajarkan anak belajar disiplin dan tanggung jawab terhadap berbagai aspek kehidupan. Sebagai contoh kasus yang dialami anak musisi beken Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani (Dul) yang telah menewaskan enam korban akibat kelalaiannya mengendarai mobil di kilometer 44 tol Jagorawi.

Hal ini membuktikan bahwa orangtua di Indonesia terlalu membebaskan anak mereka dan menyuapi mereka dengan harta berlimpah untuk kebahagiaan.

Menurut A Kasandra Putranto, sesungguhnya kebahagiaan anak bukan didasari dari segi keuangan atau eksklusifitas. Melainkan rasa disiplin, agar anak sadar akan tugasnya.

"Kasus ini harus menjadi pelajaran penting orangtua. Jangan sekali-kali memanjakan mereka dengan kemewahan yang dimiliki orangtua, tapi rasa disiplin dan tanggung jawab akan tugas mereka sebagai anak. Kemudian tugas orangtua adalah mendampingi anak mereka dengan arahan yang baik," kata A Kasandra Putranto kepada Okezone yang diwawancarai via telefon, Jumat (12/9/2013).

Para orangtua juga harus tahu bahwa anak di bawah umur itu, kata dia, belum boleh membawa kendaraan tanpa pengawasan orang dewasa. Jangan karena faktor ekonomi keluarga, anak bisa berlaku bebas dan menuruti segala kemauannya.

"Kita kan sudah mengetahui, anak di bawah umur itu belum boleh mengendarai mobil atau motor. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah kesalahan orangtua atau pihak kepolisian yang belum mengawasi? Ini menjadi pertanyaan besar," ujarnya.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft