Fri, 13 Apr 2012 11:38:30 GMT | By Editor Rommy Ramadhan, tabloidbintang.com

Makan Puas, Bayar Suka-Suka di Kedai Mamak

Menu yang disediakan di Kedai Mamak adalah makanan khas Melayu Medan. Ada Lontong Medan, Mie Rebus, Mieso, Soto Medan, Sate Kerang, Sayur Daun Ubi Tubuk, Gule Kepala Kakap dan Roti Jala. Sementara minumnya yang khas ada es campur kacang merah, jus markisa dan terong Belanda.


Makan Puas, Bayar Suka-Suka di Kedai Mamak

"MAKAN Suka-Suka, Bayar Suka-Suka". Begitu tulisan yang ada di spanduk yang terpasang di depan sebuah restoran mungil di Jl. Pegambiran no. 43, Rawamangun, Jakarta Timur.

Spanduk itu membuat saya tergoda untuk masuk. Sebuah kedai mungil yang hanya terdiri dari beberapa meja dan kursi kayu. Mungkin hanya cukup untuk 16 pengunjung saja. "Iya mas, di tempat kami memang bisa makan sepuasnya, tapi bayar sesukanya," kata Hapid Mansyur, pemilik Kedai Mamak ini ramah.

"Mau makan banyak tapi bayarnya cuma 2 ribu perak? Boleh, kok," ujarnya. "Tapi tidak bisa tiap hari. Kami membuat program Makan Suka-Suka dan Bayar Suka-Suka ini, hanya sebulan sekali. Kebetulan program ini berlangsung hari ini, Jumat, (13/4) di sini dan Jumat (20/4) depan di cabang Tebet" sambung Hapid.

Nggak takut rugi, mas? "Nggak. Karena kami yakin, dengan memberi, kami akan mendapatkan balasan yang berlimpah dari Allah," ujar Hapid ramah. Ternyata memang ada pembelajaran dan nilai dakwah dari program ini, tentang berbagi dengan sesama.

Hasilnya memang terbukti. Seperti pengakuan Hapid. Sejak dia membuat program ini setahun lalu, justru kedainya semakin maju. Bahkan kini ia sudah membuka cabang di Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 60 B, Jakarta Selatan.

Menu yang disediakan di Kedai Mamak adalah makanan khas Melayu Medan. Ada Lontong Medan, Mie Rebus, Mieso, Soto Medan, Sate Kerang, Sayur Daun Ubi Tubuk, Gule Kepala Kakap dan Roti Jala. Sementara minumnya yang khas ada es campur kacang merah, jus markisa dan terong Belanda.

Sebagai penggemar mie, pilihan saya jatuh pada mie rebus. Ternyata pilihan saya tidak salah. Mie rebus yang tersaji di hadapan saya berkuah kental, mie-nya pun besar-besar. Rasanya sangat nikmat. Aroma rempahnya cukup terasa. Menggugah selera makan saya.

Kuah kental ini memang ciri khas masakan Melayu. Mengingatkan saya pada Mie Lendir yang menjadi ciri khas Tanjung Pinang. Di Pekan Baru juga seperti itu. Bahkan, kalau kita makan mie instan di warung dekat Pasar Bawah Pekan Baru, kuahnya sudah disulap menjadi sangat kental beraroma rampah yang cukup kuat, berbeda kalau kita membuat sendiri mie instan di rumah. Di tambah cabe iris (saya merequest cabe rawit), seporsi mie rebus Kedai Mamak ini mampu saya habiskan dalam waktu 3 menit saja! Yummy...

Membuat kuah kental memang mudah, hanya tinggal menambahkan sedikit sagu. Tapi untuk mencapai tingkat kenikmatan yang serupa mie rebus Kedai Mamak ini perlu racikan pas dari rempah-rempah seperti kapulaga, sereh, salam, kayumanis, cengkeh, lada dan kunyit. Sedikit taburan udang kering menambah aroma dan kenikmatan mie rebus Kedai Mamak.

Meski tanpa program Makan Suka-Suka, Bayar Suka-Suka, kita nggak perlu takut kantong jebol, karena harga di Kedai Mamak ini masih sangat terjangkau. Untuk Mie Rebus yang saya makan itu hanya seharga Rp 15 ribu! Sementara Lontong Medan di harga Rp 13 ribu, sate kerang Rp 3 ribu, dan roti jala Rp 20 ribu.

Nah, buat yang kangen dengan masakan Melayu Medan, Kedai Mamak ini menjadi pilihan yang tepat. Kalau mau makan enak sepuas-puasnya dengan membayar suka-suka, datang saja ke Kedai Mamak.

(rom/ade)

0Komentar

video gaya hidup

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft