Sat, 23 Jun 2012 01:07:31 GMT | By Editor Indra Kurniawan, tabloidbintang.com

Izabel Jahja Mengasuh Anak dengan Pola Attachment Parenting

Izabel Jahja menerapkan pola asuh attachment parenting pada anaknya


Izabel Jahja Mengasuh Anak dengan Pola Attachment Parenting

Pola asuh sangat menentukan tumbuh-kembang anak. Model Izabel Jahja menerapkan pola asuh attachment parenting. Apa itu?

Pemberian ASI diyakini Abel yang blasteran Prancis-Indonesia memengaruhi kecerdasan anak dan mampu meningkatkan aspek kognitif anak. Sebagai contoh, sejak usia 10 bulan, Zoe sudah mulai makan sendiri, tanpa perlu disuapi lagi. Mengajari anak makan sendiri sejak dini tidak mudah, karena risikonya makanan berceceran di mana-mana.

“Sejak dia berusia 6 bulan, saya kombinasikan ASI dengan pisang. Saat itu dia masih disuapi. Tetapi setelah punya gigi di usia 10 bulan, dia mulai belajar makan sendiri. Awalnya berantakan, nasi berceceran di mana-mana. Sekarang, Zoe sudah pintar makan sendiri. Kalaupun makan di restoran, tidak ada yang menyuapinya. Lama-lama rapi juga, kok,” kata Abel, yang menikah dengan pria yang juga blesteran Prancis-Indonesia, bangga.

Saat mengajarkan anak makan sendiri, menurut Abel jangan pernah memarahi anak jika melakukan kesalahan. Berilah motivasi. “Anak-anak dari keluargaku yang di Prancis, dari umur setahun sudah makan sendiri. Enggak apa-apa biarpun awalnya makanan berceceran. Jangan pernah memarahi, justru biarkan dia berkembang dengan sendirinya,” Abel berbagi trik.

Pola asuh sangat menentukan perkembangan anak dan salah satu model pengasuhan yang Abel anut adalah attachment parenting (pengasuhan dengan cinta). Pola pengasuhan yang diperkenalkan dokter anak terkenal dari Amerika Serikat, William Sears MD membuat orang tua akan membentuk hubungan dengan anak berdasarkan kasih sayang dan penghragaan.

“Attachment parenting bagus buat perkembangan anak. Dia sudah bisa bicara dengan bahasa Indonesia, bahasa Prancis, dan bahasa Inggris, walau campur aduk. Saat menghitung, misalnya, awalnya pakai bahasa Prancis: un, deux. Lalu dia melanjutkan, three. Saya tidak memarahi, biasanya saya jelaskan setelah un, deux, adalah trois. Bahasa Inggrisnya, one, two, three. Indonesia: satu, dua, tiga. Harus diingatkan. Lama-lama dia bisa,” bilang Abel.

Zoe bicara kepada Abel beraksen Indonesia. Kepada ayahnya beraksen Prancis. “Kepada gurunya, kayak orang Inggris. Padahal bicaranya masih amburadul. Lucu banget deh, hahaha,” Abel tertawa lebar.

Zoe sejak lahir dibiasakan Abel tidur sendiri. Kebiasaan ini membuat anak bangga akan kemandiriannya. “Zoe bukan tipe anak yang dikeloni dulu, baru tidur. Biasanya tinggal saya drop di kamarnya dan lampu kamar saya matikan, dia langsung tidur,” kata Abel. Tiba-tiba saja di tengah obrolan, Zoe merengek dan menangis. Abel menenangkannya dengan cara mengusap-usap bahu dan punggung anaknya.

(ind/adm)

0Komentar

video gaya hidup

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft