
MAKAN malam romantis yang diiringi cahaya lilin temaram tak hanya mampu membangkitkan suasana penuh cinta.
Secara medis, candlelight dinner juga dapat memangkas kalori dan menurunkan berat badan.
Lewat sebuah eksperimen, para peneliti dari Cornell University menemukan adanya kaitan antara kebiasaan makan secara perlahan, perasaan yang tenang, serta jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.
Orang-orang yang makan di ruangan dengan cahaya temaram dan iringan musik lembut cenderung mengonsumsi 175 kalori lebih sedikit dari biasanya.
Sebaliknya, saat orang-orang makan di restoran cepat saji yang memiliki tata ruang dengan pencahayaan terang-benderang, serta musik bertempo cepat, jumlah kalori yang dikonsumsi cenderung meningkat, hingga 949 kalori.
Untuk menguji kebenaran teori ini, para peneliti melakukan eksperimen dengan memberi nuansa romantis pada restoran cepat saji. Lampu diredupkan, musik pun diganti dengan lantunan lagu-lagu jazz yang lembut. Hasilnya, asupan kalori pun menurun sampai 18% atau 175 kalori lebih rendah dari biasanya.
“Saat kami melakukan make over di restoran fast-food, kami menemukan bahwa musik yang lembut dan lampu yang redup membuat para pengunjung memakan 175 kalori lebih rendah dan lebih menikmati sajian makan malam,” papar professor Brian Wansink, penggagas riset ini.
“Hasil riset ini menunjukkan kondisi rileks terbukti ampuh meningkatkan kepuasan pelanggan dan menurunkan konsumsi makanan,” lanjutnya seperti dikutip Daily Mail.
Menurut Wansink, hasil penelitian ini bermanfaat bagi para pengusaha restoran cepat saji untuk meningkatkan kenyamanan para pengunjung serta menghilangkan imej sebagai penyebab obesitas nomor satu di dunia.
(rere/gur)
Berita Lainnya
video gaya hidup
- Lihat
- Bagikan
Berita Mode dan Kecantikan










