Mon, 08 Aug 2011 12:47:28 GMT | By Editor Tubagus Guritno, tabloidbintang.com

Berburu Ta'jil Khas Nusantara di Bendungan Hilir

BANYAK tempat khusus di Jakarta yang menjual aneka makanan untuk berbuka puasa atau ta'jil. Salah satunya di Jl. Bendungan Hilir (Benhil), Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.


Berburu Ta'jil Khas Nusantara di Bendungan Hilir

BANYAK tempat khusus di Jakarta yang menjual aneka makanan untuk berbuka puasa atau ta'jil. Salah satunya di Jl. Bendungan Hilir (Benhil), Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Sore hari, menjelang waktu berbuka puasa, kawasan di sekitar Pasar Benhil, selalu bertambah macet akibat kerumunan warga yang ingin berburu ta’jil.

Pasar Benhil memang sangat identik dengan bulan Ramadhan. Pasalnya, setiap tahun, bersamaan dengan datangnya bulan Ramadhan, bagian depan pasar ini disulap menjadi tempat khusus yang isinya para penjual ta’jil.

Puluhan pedagang menjajakan ta’jil yang kebanyakan merupakan makanan khas sejumlah daerah di Indonesia.

Makanan yang dijual antara lain Lumpia Semarang, Asinan Bandung, Gudek Yogya, Rujak Cingur Jawa Timur, Bubur Kampiun Padang, Coto Makassar, Pempek Palembang, Jongkong Banjarmasin, dan masih banyak lagi.

Jaman, 40 tahun, warga Benhil mengatakan ‘pasar ta’jil’ Benhil mulai ada awal tahun 1990-an.

“Awalnya tidak terorganisir, tempatnya juga masih berantakan, pedagang semaunya nempatin lokasi,” kata Jaman kepada tabloidbintang.com akhir pekan lalu.

Berbeda dengan sekarang yang menggunakan tenda terpal berwarna biru dengan panjang kurang lebih 100 meter, puluhan pedagang “pasar tahunan” itu berkumpul jadi satu. Meski begitu arus lalu lintas di sekitarnya tetap tersendat.

Di pasar yang buka mulai siang hingga malam hari ini, Anda tak hanya bisa membeli makanan untuk berbuka puasa. Tapi makanan berat untuk bersahur pun ada. Mulai dari gulai kepala ikan, rendang daging, ayam bakar, sate, dan aneka sayur siap santap.

“Banyak yang nyari buat sekalian makan sahur. Kan tinggal diangetin,” kata Ny. Rini, salah seorang pedagang masakan matang.

Di pasar ta’jil Benhil, Anda juga bisa mencoba gado-gado, gudeg, pepes ikan peda, hingga pepes bandeng dan Lemang.

Soal harga, tak perlu kuatir. Makanan yang dijual di sini cukup terjangkau harganya, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000.

”Jualan saya yang paling laku es mutiara sama kolak pisang, harganya lima ribu per porsi. Tiap hari bisa jual sampai 90 porsi,” kata Eni, 45 tahun, seorang pedagang lainnya. Dia juga mengaku omsetnya berjualan berbagai jenis makanan antara Rp 700.000 hingga Rp 1,5 juta per hari.

Menjadi pedagang musiman di pasar ta’jil Benhill memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan berjualan di tempat biasa.

“Ini tahun keempat saya jualan di sini. Biasanya tiap tahun untungnya naik 50 persen dibanding hari biasa jualan di tempat lain,” beritahu Titin, pedagang makanan yang sehari-hari biasa berjualan di Jl. Joe, Kebagusan, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Renny (22), salah seorang pengunjung pasar ta’jil Benhil justru mengaku bingung ketika bersama teman-teman sekantornya datang ke pasar ini.

“Bingung, habis makanannya kelihatan enak-enak dan terlalu banyak pilihan,” katanya karyawati yang berkantor di kawasan Jl. Dr. Satrio itu.

Bagaimana dengan Anda, sudah pernah atau ingin mencoba berburu ta'jil ke Benhil?

(gur/gur)

foto-foto: Rayendra/BI

0Komentar

video gaya hidup

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft