Sat, 06 Apr 2013 19:06:50 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Apa Itu "Honeymoon Cystitis" dan Bagaimana Mengatasinya?

"Umumnya diderita wanita yang baru kali pertama berhubungan seksual dan tidak terelakkan terjadi pada bulan madu."


Apa Itu "Honeymoon Cystitis" dan Bagaimana Mengatasinya?

JEUNG, baru saja mendeklarasikan cinta di pelaminan dan menyongsong bulan madu di tempat impian membuat hati berdebar.

Indah dan bahagia. Bukan berarti, romansa bersama si dia minus risiko. Ketika memadu kasih, Anda kadang kesakitan. Hubungan yang seharusnya manis dan menyenangkan menjelma menjadi "kegiatan yang menakutkan."

Bila ini terjadi, bisa jadi Anda mengalami honeymoon cystitis, yakni salah satu infeksi di saluran kencing. "Umumnya diderita wanita yang baru kali pertama berhubungan seksual dan tidak terelakkan terjadi pada bulan madu Anda. Jika tak diterapi dengan baik maka akan berlanjut mengenai organ ginjal," terang dr. Ganda Anang, SA kepada Bintang.

"Honeymoon Cystitis" dan "Interstitial Cystitis"Gejala honeymoon cystitis di antaranya sensasi terbakar dan nyeri saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat karena tidak lampias, urine berwarna keruh (bisa juga urine berwarna merah-red), dan nyeri di atas tulang pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan). Gejala-gejala ini menghambat hubungan suami istri tatkala berbulan madu.

Penyebab paling sering honeymoon cystitis adalah bakteri Escherecia coli (normalnya ia hidup di usus besar-red) yang menyusup ke saluran kencing. Bakteri ini berkembang biak, memicu terjadinya infeksi. Migrasi bakteri ke saluran kencing dapat disebabkan jari yang tidak dibersihkan juga karena tidak membersihkan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

Atau cara berhubungan seksual yang menyimpang. Misalnya (maaf) setelah anal seks lalu suami memasukkan organ intim ke vagina dan cara cebok yang salah, yakni mengusap dari belakang ke depan. Seharusnya, dari depan ke belakang. Perilaku ini mendatangkan risiko infeksi lebih besar. Penyebab paling sering melalui aktivitas seksual.

"Bukan berarti partner Anda menularkan bakteri yang nantinya menyebabkan infeksi, tetapi lebih karena aktivitas seksual berupa dorongan atau tekanan terhadap bakteri yang ada di vagina naik ke saluran kencing. Fakta lain, faktor paling berpengaruh yakni anatomi uretra wanita yang lebih pendek dan otot sphincter yang lemah," Ganda menukas.

Sejalan dengan bulan madu (dan berpindahnya bakteri), kandung kemih kadang tidak dapat membersihkan bakteri (yang sudah masuk ke sana) dengan sendirinya. Adaptasi tubuh terhadap invasi bakteri berpotensi menambah keparahan gejala. Ada pula kasus langka yakni infeksi terjadi walaupun pasangan suami istri berjauhan (long distance relationship-red).

Begitu mereka bertemu dan berhubungan seksual, infeksi dapat muncul. Gejala honeymoon cystitis muncul satu sampai dua hari setelah bakteri itu menyusup ke saluran kencing. Kalau sudah begini, dokter biasanya akan melakukan penentuan diagnosis dengan tes urine serta kultur kuman untuk memastikan ada tidaknya infeksi. Tes ini penting karena ada, lho beberapa pasien yang mengalami keluhan yang mirip dengan honeymoon cystitis.

"Namun pada diagnosis lanjut tidak ditemukan kuman. Ini disebut interstitial cystitis yaitu peradangan kronis kandung kemih. Penyebabnya, urine sendiri yang mengiritasi dinding kandung kemih," demikian Ganda mengingatkan. Yuk, Tangkal "Honeymoon Cystitis"Pertanyaan yang kemudian muncul, antisipasi seperti apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya honeymoon cystitis? Ganda berbagi lima kiat mudah untuk Anda:

1. Pastikan kandung kemih Anda kosong sebelum maupun setelah berhubungan seksual. "Berkemih atau buang air kecil setelah berhubungan, salah satu metode pencegahan yang sederhana sekaligus efektif. Dengan berkemih bakteri akan ikut terbawa keluar bersama urine," terang dokter kelahiran Solo ini.

2. Perbaiki status hidrasi dengan minum air putih yang banyak, yakni 8-10 gelas per hari.

3. Jus atau tablet cranberry pada beberapa percobaan efektif menurunkan pelekatan atau penempelan bakteri pada dinding saluran kencing dan kandung kemih.

4. "Beberapa dokter menyarankan supaya absen hubungan seksual selama infeksi terjadi. Tapi yang lain mengatakan bahwa ketika infeksi kambuh, Anda enggak harus absen. Cukup dengan prinsip mencegah bakteri masuk ke kandung kemih baik dengan status hidrasi yang cukup. Atau jika perlu, minum antibiotik atas resep dokter," kata Ganda.

5. Konsultasi kepada dokter untuk perawatan lanjutan. Dokter akan memberi pertimbangan sejauh mana dan seberapa parah infeksi yang dialami pasangan.

(wyn/adm)

0Komentar

video gaya hidup

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft