okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Sun, 30 Dec 2012 17:37:23 GMT | By tuty, okezone.com

Fesyen 2013, Eksplorasi Warna Cerah & Motif Garis



Fesyen 2013, Eksplorasi Warna Cerah & Motif Garis

JELANG 2013, saatnya melihat ke dalam lemari dan merevisi gaya untuk tampil trendi pada tahun baru. Dari panggung New York, Milan, Paris, hingga Jakarta, desainer menawarkan motif garis, permainan warna cerah, dan sentuhan plastik pada aksesori.

Pertunjukan koleksi busana di atas catwalk untuk musim semi dan musim panas 2013 memang sudah berakhir. Namun, penilaian terhadap prediksi tren yang dilakukan enam bulan sebelumnya, akan terjadi dalam waktu dekat, saat seluruh koleksi selesai diproduksi dan tertata rapi di lantai penjualan butik serta department store. Kendati demikian, dari ratusan fashion show yang terbentang mulai New York, London, Milan, Paris, hingga Jakarta, ada benang merah yang bisa ditarik menjadi sebuah tren global.

Lisa Amstrong, editor mode Telegraph mengatakan, 2013 memberi banyak kesempatan bagi para pencinta fashion untuk menciptakan tren personal. "Ada banyak gaya yang bisa dipadupadankan. Anda bahkan bisa memadukan tren modern ala New York dengan gayachic dari catwalk Paris," kata dia.

Masih dalam kemasan gaya modernminimalis, tren mode New York terdiri dari kombinasi tampilan slouchy chic, permainan motif floral, garis, serta cetak digital. Sentuhan inspirasi era 70-an masih terlihat jelas, namun dalam referensi gaya yang lebih santai dan effortless. Padanan kaftan dengan celana berpipa lebar dari era disko memberikan efek vintage sekaligus kasual.

Diane von Furstenberg malah melakukan gaya slouchy chic ini dengan lebih serius lewat permainan lengan lebar dalam palet monokrom. Sisi feminin yang diusung motif floral banyak bermunculan di catwalk New York, dari Charlotte Ronson hingga Zac Posen yang "membungkus" supermodel Naomi Campbell dalam gaun bermotif bebungaan abstrak.

"Bunga memiliki sifat yang sangat fleksibel dalam hal gaya, bisa terlihat klasik dan romantis atau memberi sentuhan lembut dalam gaya rock and roll," kata Ronson.

Tren lain yang juga muncul di catwalk New York adalah motif cetak digital. Lihat saja Timo Weiland yang mengambil inspirasi dari instagram untuk koleksinya atau Tibi yang bermain puzzle dengan pixel.

Terakhir, motif garis juga diprediksi menjadi tren pada 2013, terutama bila dimulai dari catwalk Marc Jacobs yang menggunakan garis-garis putih besar sebagai detail. Di Milan, tren mode tidak hanya berkisar seputar motif dan warna, tapi juga inovasi tekstil yang lebih ringan serta pengaruh napas Asia yang terlihat hampir merata di seluruh catwalk,dari Dolce & Gabbana hingga Prada.

"Konsumen menginginkan busana yang lebih ringan dan versatile pada 2013," kata Miuccia.

Prada yang menyuntikkan napas Jepang dalam dosis yang cukup besar untuk koleksinya. Jepang juga hadir di koleksi Etro. Bila Prada menggunakan porsi dominan, Etro mencampurkan pengaruh Jepang bersama elemen eksotis Spanyol, gaya klasik Yunani, dan napas tropikal Ibiza. Hasilnya, motif prints yang dipastikan akan menjadi favorit fashionista pada 2013.

Sementara di Paris, kontras gaya sepertinya menjadi "perang" pribadi yang terjadi antara Raf Simons dan Hedi Slimane. Keduanya mewakili rumah mode besar, Dior dan Yves Saint Laurent atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Saint Laurent Paris. Simons yang sebelumnya bekerja sebagai direktur kreatif Jil Sander, menghadirkan modernisasi dalam gaya baru. New Look, yang menjadi terobosan Dior pada era 50-an, diterjemahkan kembali oleh Simons dalam gaya yang lebih kontemporer, lebih urban, dan jauh lebih praktis.

Ada juga rangkaian maxi skirt alias rok panjang mengembang dengan motif bunga, dipadukan dengan atasan ketat, yang dipastikan akan menjadi kunci gaya pada 2013.Tidak hanya arsip dan kenangan Christian Dior yang "dihidupkan" kembali oleh Simons, tapi juga kejeniusan John Galliano. Simons membawa kembali tas tangan Lady Dior besutan Galliano yang diremajakan dengan material plastik, menjadikan koleksi aksesori tersebut bernuansa futuristik.

Bertolak ke Jakarta, prediksi tren 2013 yang diwakili gelaran Jakarta Fashion Week memperlihatkan kesesuaian dengan tren global, namun tetap dengan adaptasi selera lokal. Napas etnik khas Indonesia masih terasa lewat koleksi Ikat Indonesia milik Didiet Maulana, Obin, Anne Avantie, serta koleksi kolaborasi desainer IPMI. Sementara sisi modern diperlihatkan barisan desainer muda Tanah Air seperti Ardistia D, Amot Syamsuri Muda, Friederich Herman, Albert Yanuar, Jefrey Tan, serta Yosafat Dwi Kurniawan.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

Berita Mode and Kecantikan Lain

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft