Sat, 08 Dec 2012 10:40:02 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Mitos dan Fakta Seputar “Morning Sickness” dan “Ngidam”

Ngidam sering diartikan macam-macam. Seorang suami berpendapat, itu salah satu sifat aleman (mau dimanja-red) ala ibu hamil.


Mitos dan Fakta Seputar “Morning Sickness” dan “Ngidam”

Ngidam sering diartikan macam-macam. Seorang suami berpendapat, itu salah satu sifat aleman (mau dimanja-red) ala ibu hamil.

Tabiat seperti ini bisa dikendalikan. Benarkah ngidam hanyalah “rekayasa” istri dengan mengambinghitamkan jabang bayi agar mendapat perhatian lebih dari suami? Bagaimana pula dengan “ritual” muntah pada pagi hari?

Ketika hamil terjadi peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam tubuh wanita. Ini mengakibatkan perut kembung dan mual. Pada beberapa wanita yang sebenarnya kurang menginginkan kehamilan atau belum siap, gejala ngidam dan morning sickness makin berlebihan. Dalam istilah medis, disebut sebagai hyperemesis gravidarum.

Jika hyperemesis gravidarum dibiarkan, akan merambat ke dampak yang lebih serius. Terlalu sering muntah menyebabkan dehidrasi lalu memperbesar potensi keguguran. Risiko lain, gagal ginjal (karena cairan terus-menerus keluar-red) dan kerusakan pada hati (liver). Ngidam bukan kelainan pada kehamilan.

“Gejalanya amat tergantung pada tingkat kematangan (kedewasaan-red) ibu hamil. Kalau dia stres sementara suami kurang memberi perhatian, ngidamnya bisa menjadi-jadi,” terang dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG (55) kepada Bintang.

Meski sudah dijelaskan secara ilmiah, masih saja ada ujaran seputar ngidam. Misalnya, jika ibu hamil ngidam makanan manis, artinya akan melahirkan bayi perempuan. Jika ngidam masakan pedas, itu pertanda anaknya laki-laki. Itu hanya mitos. Ngidam tidak menentukan jenis kelamin anak.

“Itu gejala psikologis akibat peningkatan hormon hCG dalam darah selama terbentuknya bakal plasenta,” ungkap Boyke seraya mengingatkan, ibu hamil yang tak ngidam sama sekali adalah normal. Itu artinya, ibu siap hamil. Ngidam dalam kamus medis dibagi menjadi dua kategori. Ngidam fisik dan ngidam psikologis. Boyke menjelaskan, ngidam fisik disebut pica.

Misal, ibu hamil yang menjilat-jilat tembok dengan alasan bawaan bayi. Ternyata setelah dicek, kondisi fisiknya kekurangan kalsium. Ada lagi ibu hamil yang ingin sekali buah mangga muda. Ketika diperiksa, kandungan vitamin C di dalam tubuh si ibu sangat minim dan merasakan enek pada lambung.

Ngidam fisik adalah upaya tubuh memberikan sinyal-sinyal asupan apa yang kurang dan harus segera dipenuhi. Sementara ngidam psikologis berhubungan dengan interaksi suami-istri. Misalnya istri yang kurang mendapat perhatian tengah malam terjaga lalu ingin dibelikan satai di Pancoran, Jakarta.

(wyn/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita mode kecantikan lain

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft