
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Stretch mark atau parut kulit yang lazimnya dimiliki oleh ibu yang baru melahirkan, juga bisa dimiliki oleh remaja putri bahkan kaum pria.
"Stretch mark pada laki-laki biasanya disebabkan karena kelebihan kalori yang menumpuk akibat tidak terpakai tubuh," ujar pakar dermatologi dan venerologi, dr. Amaranila Lalita, Sp.KK. saat jumpa pers peluncuran krim anti-stretchmark di Jakarta, Selasa (17/10).
Kalori berasal dari asupan karbohidrat yang terlalu banyak, namun gerak tubuh yang terbatas. Kalori inilah yang menurut Amaranila meningkatkan produksi kelompok hormon glukokortikoid.
Kelompok hormon glukokortikoid adalah hormon yang kadarnya meningkat tinggi pada ibu hamil. "Suasana tubuh baik pria maupun gadis remaja yang produksi glukokortikoidnya meningkat, sama seperti suasana tubuh ibu hamil," ujar Amaranila.
Oleh sebab itu, banyak penderita obesitas baik laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak memiliki stretchmark.
Lebih lanjut Amaranila menjelaskan bahwa pakaian yang terlalu ketat, serta kelembaban kulit yang kurang, dapat menyebabkan stretch mark.
"Lapisan dermis mengalami trauma karena sebab-sebab tersebut, akhirnya trauma itu mengakibatkan kolagen rusak dan menimbulkan stretch mark," imbuh Amaranila.
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Bayern dan Dortmund Siap Berpesta
- Anggota Polda Metro Jaya Bunuh Diri
- 10 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik
- Selebriti Bergaun Ketat
- Lego Terbesar di Dunia
- Kontes Kecantikan Penyandang Cacat
- Berita Menarik dalam Gambar Pekan Ini
- Kemolekan Zhang Yuqi
- Pajero Sport Edisi Khusus Diluncurkan
- PSSI Sambut Rencana City Akuisisi Klub Indonesia
- Hiruk Pikuk Pengumuman Kelulusan SMA
- Anjing Ini Menjilati Gigi Singa
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
- Lihat
- Bagikan













