okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Sun, 30 Dec 2012 10:46:26 GMT | By tuty, okezone.com

10 Mitos & Fakta Perut Buncit



10 Mitos & Fakta Perut Buncit

BERBAGAI cara sudah dicoba untuk "mengempiskan" si perut gendut, tapi belum juga ada hasilnya. Hmm, bisa jadi Moms belum mengetahui tentang mitos-fakta tentang penumpukan lemak di bagian perut ini.

Yuk, Moms simak penjelasan dari dr. Michael Triangto, SpKO dan dr. Diani Adrina, SpGK, sebagaimana dilansir tabloid Mom & Kiddie.

1. Keturunan/Genetik

Mitos: Orangtua atau kakek/nenek yang memiliki perut buncit atau gemuk cenderung akan menurunkan anak yang bertubuh gemuk juga.

Fakta: Memang benar, pada beberapa etnis tertentu mempunyai kecenderungan memiliki perut gendut atau buncit dan berbadan gemuk. Contohnya etnis India, suku Mayori di New Zealand, dan orang Amerika yang tinggal di Hawaii. Tapi hal ini dapat dicegah atau dihindari, bergantung cara berpikir masing-masing individu. Selama mereka memiliki motivasi yang benar didasari dengan pendidikan atau pengetahuan bahwa kegemukan itu berbahaya untuk kesehatan, maka mereka akan terhindar dari masalah perut buncit. Mungkin saja mereka memiliki perut buncit atau badan gemuk karena tidak tahu atau karena faktor pengabaian. Misalnya saja mereka menganggap tidak masalah gemuk. Selain itu filosofi "hidup untuk makan", juga dapat memicu kegemukan.

2. Makan Malam

Mitos: Makan pada malam hari akan membuat perut buncit.

Fakta: Makan malam tidak akan membuat perut buncit selama tidak melebihi kebutuhan kalori harian dan tetap melakukan aktivitas atau latihan pada pagi harinya. Moms boleh saja makan malam selama melakukan latihan/aktivitas asal tidak berlebihan makan atau berhentilah makan sebelum kenyang.

3. Perubahan Hormon

Mitos: Ketika menopause, perubahan hormon akan sebabkan tubuh mudah menjadi gemuk.

Fakta: Memang benar. Hormon estrogen yang berkurang akan mempermudah penimbunan lemak. Tapi kalau sebelum menopause Moms rajin berolahraga teratur atau selalu bergerak aktif, maka perut tidak akan menjadi buncit.

4. Pertambahan Usia

Mitos: Semakin tua umur seseorang maka lebih mudah untuk menjadi gemuk, terutama di bagian perut.

Fakta: Seiring bertambahnya umur, fungsi fisiologis dan anatomis tubuh berkurang. Otot yang tadinya kencang mulai mengendur, hormon-hormon berkurang sehingga terjadi penumpukan lemak. Di samping itu, secara psikologis semakin berumur manusia akan lebih menikmati hidup, ditambah lagi anak-anak sudah besar, sukses, dan berlimpah materi sehingga pola makan juga lebih bebas. Dulunya semua dikerjakan sendiri, sekarang ada asisten yang membantu sehingga aktivitas fisik berkurang. Maka terjadilah perut gendut.

5. Stres

Mitos: Stres dapat membuat perut menjadi buncit dan gemuk.

Fakta: Relatif. Ada orang yang banyak makan dan ada yang tidak bisa makan saat stres. Perut menjadi buncit atau tidak bergantung cara ia memanage stres dan pola pikir setiap individu.

6. Alkohol

Mitos: Banyak mengonsumsi alkohol akan membuat perut menjadi buncit.

Fakta: Benar. Alkohol memang dapat membuat orang rileks dan tenang. Alkohol merupakan bagian dari karbohidrat, akan mudah diserap dan masuk ke liver/hati dan menginfiltrasi sel otot sehingga sel otot menjadi kendor, dan akan sulit dikencangkan. Perut yang membuncit karena terlalu banyak minum bir/alkohol ini, biasanya akan mengalami kerusakan liver atau otot yang mengendur.

7. Korset

Mitos: Memakai korset dapat mengecilkan perut.

Fakta: Sebenarnya dalam jangka waktu pendek korset memang menekan perut. Ketika korset menekan perut, maka tidak ada keinginan untuk makan sehingga perut terlihat kempis/sedikit rata. Tapi hanya sebentar dan tidak menyelesaikan masalah, karena yang seharusnya dikencangkan adalah otot. Sedangkan untuk jangka panjang pemakaian korset juga tidak dibenarkan.

8. Sit up

Mitos: Olahraga sit up efektif untuk mengecilkan perut.

Fakta: Sit up hanya merupakan salah satu bagian dari program penurunan berat badan. Sit up saja tidak cukup dan hasilnya tidak maksimal. Harus tetap ada latihan lain untuk meratakan perut seperti latihan back up, kardio, jalan sehat, mengatur pola makan dan pola pikir.

9. Kurang Olahraga

Mitos: Perut gendut juga disebabkan karena kurang olahraga.

Fakta: Benar tapi tergantung jenis olahraganya. Yang penting harus merupakan suatu program latihan yang menyeluruh dan dilakukan terus menerus.

10. Makanan & Minuman

Jenis makanan berikut ini dapat menyebabkan perut buncit. Benarkah?

Susu tinggi kalori

Fakta: Pada dasarnya intake kalori yang berlebih akan diubah menjadi lemak. Keadaan ini akan menjadi lebih buruk bilamana yang bersangkutan tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup sehingga perut dan ukuran bagian tubuh lain menjadi bertambah.

Air es

Fakta: Tidak benar air es membuat perut buncit. Air es akan tetap diserap dan dinetralkan tubuh. Tapi jika air es ditambahkan pemanis seperti sirup, atau pemanis lainnya dapat memberikan kelebihan asupan kalori.

Minuman soda

Fakta: Salah. Sebaiknya minuman soda dihindari terutama bagi yang mudah mengalami gangguan lambung karena bila berlebihan dapat menimbulkan gas di lambung sehingga membuat perut terasa kembung dan membuncit. Yang perlu diketahui bahwa membuncitnya perut hanya bersifat sementara sehingga tidak akan mengganggu ukuran perut secara permanen.

Makanan cepat saji/junk food

Fakta: Makanan junk food biasanya tinggi kalori dan rendah serat sehingga memudahkan terjadinya kelebihan kalori yang pada akhirnya akan menimbulkan kegemukan secara umum dan termasuk pula terjadi pembesaran di bagian perut.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft