BeritaSatu Logo
Updated: Sun, 04 Nov 2012 10:11:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal news

Sakit Pinggang Bukan Sekadar Masalah Otot dan Saraf



Berita Satu

BERITASATU.COM - Penyebab sakit pinggang sangat beragam.

Sakit pinggang merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum. Meski begitu, jangan pernah meremehkan rasa sakit tersebut.

Sakit pinggang bukanlah sekadar masalah otot dan saraf. Bila tidak terdiagnosis, penyakit ini bisa memberikan indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.

Sakit pinggang yang terjadi berulang-ulang bisa jadi merupakan tanda saraf kaki telah rusak.

Rasa sakit tersebut terjadi karena otot di bagian pinggang melakukan pekerjaan lebih banyak untuk menggerakkan kaki ke depan, karena kondisi kaki melemah. Biasanya, kondisi tersebut terjadi pada orang-orang usia produktif, antara 29 - 49 tahun.

“Sering kali, mereka tidak mengerti mengapa merasa seperti orang tua,” ujar Profesor Hee Hwan Tak, direktur Medis Pusat untuk Bedah Tulang dan Skoliosis Singapore Medical Group.

Orang biasanya merasakan sakit di bagian pinggang dan leher karena kedua bagian tersebut paling sering bergerak.

Ketika orang dalam posisi duduk atau mengangkat barang, pinggang merupakan bagian tubuh yang paling tertekan sehingga gampang rusak.

“Pinggang menahan berat sebagian besar tubuh sehingga sangat rentan terhadap cedera,” jelas Hee Hwan Tak.

Dia menyebutkan, penyebab sakit pinggang sangat beragam, antara lain penggunaan otot pinggang berlebihan, pekerjaan yang menuntut fisik membungkuk, mengangkat beban berulang atau posisi duduk dan berdiri yang lama.

Penyabab lainnya adalah faktor kegemukan, postur yang jelek, dan tidur di kasur lembek. Olahraga yang memutar bagian pinggang seperti golf juga menjadi salah satu penyebab sakit pinggang. Untuk mengetahui penyebab sakit pinggang secara tepat adalah tidaklah mudah.

“Kondisi otot yang lemah, masalah sendi, otot dan ligamen yang sobek dapat menjadi penyebab umum dari sakit pinggang,” jelas Hee Hwan Tak.

Hee Hwan Tak menyarankan para penderita sakit pinggang untuk konsultasi dengan dokter. Dia mengingatkan, tumor tulang belakang, infeksi, retak pada tulang, rusaknya saraf, osteoporosis, radang sendi, atau sakit yang disebabkan oleh organ lain seperti ginjal.

Kategori sakit pinggang akut adalah sakit yang hanya dirasakan selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Sedangkan kronis adalah rasa sakit berlanjut lebih lama dari tiga bulan.

Hee Hwan Tak menjelaskan, tanda-tanda bahaya intensitas sakit pinggang bervariasi mulai dari sakit yang tidak begitu terasa sampai keadaan sakit yang menyebabkan penderitaan tak tertahankan. Rasa sakit bisa timbul secara tiba-tiba tanpa peringatan atau datangnya secara perlahan-lahan.

Menurut dia, sakit pinggang tidak selalu menjalar ke bagian kaki. Rasa sakit lokal biasa disebut pegal, tegang, nyeri, perasaan otot yang berdenyut atau tertarik.

Rasa sakit ini biasanya akan lebih parah kalau pasien membungkuk, duduk, jalan atau berdiri terlau lama di posisi yang sama.

Jika rasa sakitnya berasal dari saraf yang tertekan akibat herniated disc atau HNP, pasien akan merasa sakit ringan di bagian panggul atau bagian dari kaki, atau perasaan kesemutan di bagian-bagian ini.

Rasa sakit tersebut akan bertambah parah pada saat bersin atau batuk. Rasa sakit ini biasanya terjadi pada satu kaki, tetapi bisa menjalar ke dua kaki jika diskus menekan saraf yang berakar ke kedua kaki.

"Jika sakit pinggang yang parah, kadang-kadang diperlukan tindakan operasi. Salah satunya adalah Nucleoplasty yang merupakan prosedur dengan memakai jarum dimana kateter radiofrekuensi dimasukkan ke diskus yang rusak,” tandas Hwee.

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft