okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 20 Mar 2013 06:32:02 GMT | By fyulianti, okezone.com

Makan di Rumah bersama Keluarga Banyak Manfaatnya, Lho!



Makan di Rumah bersama Keluarga Banyak Manfaatnya, Lho!

DI dalam pola kehidupan modern dan urbanisme, tradisi makan bersama anggota keluarga kini semakin jarang dilakukan. Padahal, banyak keuntungan bisa didapat.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, sering makan di rumah memberi keuntungan secara psikologis, yaitu manfaat fisik, kognitif (kecerdasan), emosional dan sosial. Secara fisik, jika anak Anda makan bersama di meja makan sejak kecil, maka dia akan terbiasa menyendoki sendiri makanan ke mulut. Artinya, anak Anda akan terbiasa untuk makan tidak berceceran.

Selain itu, buah hati Anda akan tahu porsi makanan yang pas untuknya. Dalam artian, anak akan mempunyai standar lapar atau standar kenyangnya sendiri. Oleh karena itu, biasakan anak makan di meja makan, bukan di depan televisi atau sambil bermain. Jika anak melakukan aktivitas lain, maka mereka akan terus menerus makan tanpa sadar jika perutnya sudah kenyang sehingga sering berdampak pada obesitas.

Dari sisi kognitif, wawasan anak secara tidak langsung akan bertambah luas. Anak akan belajar mengenal warna-warna dari sajian makanan yang Anda buat, misalnya wortel berwarna oranye, brokoli dan buncis berwarna hijau, ataupun lebih banyak mengenal rasa dan belajar budaya, geografi dari mana makanan yang Anda sajikan di atas meja makan, misalnya gudeg dari Yogyakarta, sate dari Madura, dan sebagainya.

Sisi lainnya, emosi buah hati Anda akan semakin terkontrol. Saat anak sering berlari-lari saat makan, berjalan ke sana ke mari, maka yang harus Anda lakukan adalah menggiringnya kembali ke meja makan, bukannya Anda membawa makanan mengikuti dia. Dengan proses ini, regulasi emosi anak tidak akan meledak-ledak, anak akan menjadi tekun dan bertanggung jawab karena terbiasa menghabiskan makanannya di meja makan.

"Sebaiknya, setiap anggota keluarga mempunyai kursi tersendiri sehingga ia akan terbiasa duduk di kursinya. Anak akan terbiasa mengontrol diri dan bertanggung jawab untuk menghabiskan makanannya," jelas Anna pada talkshow "Masakan Ibu Selalu Jadi Pilihan Keluarga" yang diadakan oleh Kecap ABC Mantap, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Cara lain yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengajaknya bicara sehingga mereka akan belajar bersosialisasi dan tahu cara berinteraksi dengan tepat. Bicarakan topik yang tepat dan jangan membahas masalah sensitif di meja makan yang dapat membuat selera makan menjadi hilang. Misalnya, topik ringan seputar film anak yang baru tayang di bioskop dan jenis permainan seru yang lagi digemari.

Lanjut Anna, waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan anak makan bersama yaitu sejak anak sudah bisa duduk atau sekira umur 7 bulan. Sementara, anak berusia remaja yang mulai sering berkumpul dengan teman sebayanya, maka buatlah kesepakatan khusus dari segi waktu dan jenis makanan favorit.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft