okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 29 Jan 2013 09:32:09 GMT | By fyulianti, okezone.com

Kuliner Nusantara Dibuat dengan Perhitungan Fisika & Kimia, Unik!



Kuliner Nusantara Dibuat dengan Perhitungan Fisika & Kimia, Unik!

BAYANGKAN, makanan yang ada di depan Anda rasanya tidak seperti yang Anda lihat. Atau, lihat betapa rumit dan lamanya pengolahan satu menu sederhana. Inilah yang diajarkan dalam kelas memasak menggunakan teknik gastronomi molekuler.

Bagi Chef Adrian Ishak, yang menggunakan metode memasak dengan perhitungan fisika-kimia, memasak bukan sekadar menyajikan makanan yang enak dan sehat. Tampilannya juga harus menarik dan berbeda.

"Dengan teknik gastronomi molekuler ini, bisa menambah satu lagi yang menarik dari makanan. Yang memasak seru, yang makan juga merasa seru," kata Chef Bodin, sapaan akrab Adrian Ishak, disela kelas memasak di Dapuraya, Pasarraya, Jakarta, baru-baru ini.

Ada empat menu unik dari sajian kuliner Nusantara yang diajarkan kali ini. Dua di antaranya bisa langsung dipraktekkan oleh para peserta dan dua lagi didemokan langsung ke hadapan peserta.

Menu pertama adalah woku. Masakan khas Sulawesi Utara ini terlihat seperti ayam, hanya saja saat Anda memakannya akan ketahuan kalau sebenarnya itu adalah ikan dori. Menggunakan lem daging berupa Transglutaminase (TG), olahan protein dapat saling melekat. Selanjutnya, ayam dibungkus dengan plastic wrap dan dimasukkan ke food dehydrator selama 3 menit.

"Sebaiknya didinginkan di kulkas selama 12 jam, namun di sini kita dehidrasi pake dehidrator," ujarnya.

Menu kedua adalah wedang mi. Cukup membingungkan bagaimana mi bisa disajikan menjadi wedang jahe, tapi tidak mustahil di kelas memasak ini. Mi dibuat dari tahu sutra atau tofu yang telah dihaluskan lalu disiram dengan air mendidih yang telah diberi senyawa metil selulose.

Dua menu lainnya yaitu kaviar pacar cina dan mereng beras kencur. Kaviar pacar cina terbuat dari bubur bengkoang yang telah diberi senyawa sodium alginate dan pewarna makanan lalu diteteskan pada cairan calcium floride sehingga mengeras di luar tapi begitu masuk di mulut akan lansung pecah layaknya kaviar atau telur ikan.

Dan, yang paling seru adalah mereng beras kencur dimana saat Anda mengonsumsinya, akan keluar asap dari hidung dan telinga. Mereng yang terbuat dari putih telur dan gula kemudian dimasukkan ke nitrogen cair dengan suhu minus 196 derajat Celsius selama 40 detik. Setelah itu, mereng dimasukkan ke wadah yang berisi serbuk beras kencur. Jangan tunggu lama-lama, karena minuman dingin ini harus langsung dinikmati.

"Meskipun teknik memasak ini sulit dipraktekkan di rumah, tapi kami ingin menyajikan sesuatu yang baru dan unik dalam memasak. Kami ingin berbagi pengetahuan dan teknik memasak dengan metode gastronomi molekuler. Dan, menunjukkan ternyata ada banyak kuliner Nusantara yang bisa dieksplor," sahut pakar kuliner Ari Parikesit dari Kelanarasa sebagai penyelanggara acara.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Festival Makanan Enak-Enak yang berlangsung 23-31 Januari 2013 di Pasaraya, Blok M, Jakarta. Beragam makanan khas nusantara hadir di festival ini.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft