okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 10 Jan 2012 09:22:38 GMT | By fyulianti, okezone.com

Wall's Nostalgia Es Dung Dung



Wall's Nostalgia Es Dung Dung

WALL'S meluncurkan produk terbarunya. Varian baru hadir sebagai bentuk nostalgia Wall's terhadap es krim tradisional Indonesia.

Chef Sandra dalam acara ini menjelaskan cikal bakal hadirnya Es dung dung di Indonesia. Ternyata, es dung dung ini merupakan bukti dari kekayaan tradisi kuliner Indonesia, khususnya keberagaman jajanan tradisional.

"Es dung dung merupakan kreasi asli masyarakat Indonesia, terutama setelah melihat es yang dibawa Bangsa Belanda ke Indonesia ketika pertama kali menduduki negara ini," tutur Chef Sandra pada acara "Inspirasi Rasa Nusantara bersama Wall's Dung Dung" di Demang Restaurant & Coffee Lounge, Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Namun, es krim yang dibawa Belanda tersebut terlalu mahal dan hanya dapat dinikmati oleh orang-orang Belanda ataupun bangsawan Indonesia. Masyarakat Indonesia pun tidak kehabisan akal dengan menciptakan sendiri es krim dengan bahan dasar santan dan bahan-bahan alam asli Indonesia lainnya, seperti alpukat, nangka, kelapa, dan lain-lain.

Penggunaan santan sebagai bahan dasar menjadikan es krim ini memiliki rasa yang lebih gurih, terlebih dengan pilihan rasa lokal, seperti kelapa, kopyor, nangka, alpukat, ketan hitam, dan sebagainya. Ini menjadikan es krim tradisional Indonesia melegenda dan disukai segala usia.

Es ini kemudian dikenal dengan nama es dung dung karena dijajakan dengan metode sederhana, yaitu dengan pikulan atau gerobak kecil dan menggunakan gong kecil yang bila dipukul berbunyi "dung dung dung". Akhirnya, es puter keliling ini disebut es dung dung, yang dikemas dalam cone, roti tawar, maupun gelas kaca.

Sayangnya, saat ini pedagang es dung dung tradisional sudah semakin langka, bahkan benar-benar hilang di beberapa tempat. Hal inilah yang mendorong Wall's untuk mengkreasikan inovasi baru produknya, Wall's Dung Dung.

" Kami ingin mengingatkan kembali manisnya nostalgia es dung dung yang kental akan nilai tradisi dan kebersamaan melalui Wall's Dung Dung," ujar Nuning Wahyuningsih selaku Senior Brand Manager Wall's pada kesempatan yang sama.

Wall's Dung Dung hadir dalam dua varian rasa khas Indonesia, yaitu nangka dan kelapa muda. Kedua rasa diolah menggunakan bahan dasar santan berkualitas sehingga menghasilkan cita rasa yang sangat istimewa.

Selain untuk bernostalgia, Chef Sandra Johan juga mengharapkan kehadiran es dung dung dapat memicu kreativitas penikmatnya untuk membuat kreasi dari es ini. "Selama ini, es dung dung hanya dikenal dengan penyajiannya yang khas, yaitu dengan cone atau roti tawar. Namun sebenarnya, bahan dasar santan yang gurih membuat es dung dung cocok dipadukan dengan bahan-bahan dasar khas Indonesia lainnya dan menjadi sajian hidangan penutup yang luar biasa," paparnya.

Chef Sandra kemudian mencontohkan dengan memerlihatkan hasil kreasinya dengan Wall's Dung Dung ini dalam empat kreasi menu yang penuh kejutan, yaitu lumpia pisang dan nangka, solo pancake, black rice pudding, dan creme brulee.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft