okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 06 Dec 2011 18:39:37 GMT | By tuty, okezone.com

Camilan Khas Tanah Pasundan



Camilan Khas Tanah Pasundan

MAKANAN Sunda pasti semua orang sudah tahu, dengan ciri masakan yang segar dan sehat. Sekarang giliran kudapan asal Bumi Parahyangan yang akan dibahas. Seperti combro dan misro yang merupakan panganan tradisional.

Masakan Sunda terkenal akan kesegaran bahanbahan yang digunakan dan sehat. Masakan ini sudah kerap disinggung dalam Dapur Hypermart, makanya kali ini giliran camilan urang Sunda yang akan dibahas secara komplet.

Kalau berbicara soal panganan dari Bumi Parahyangan, combro dan misro pasti yang paling dikenal. Kedua kudapan ini memang tidak bisa dipisahkan. Combro atau kadang disebut gemet, adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari parutan singkong. Makanan yang dibentuk bulat dan bagian dalamnya diisi sambal oncom lalu digoreng ini sebenarnya kependekan dari oncom di jero, yang berarti oncom di dalam. Combro lebih enak disantap saat masih hangat karena rasanya lebih gurih.

Membuat panganan tradisional ini tidaklah sulit. Bahan yang diperlukan hanya singkong parut, kelapa parut dengan isian bawang merah, bawang putih, oncom, cabai rawit, daun bawang, dan daun seledri. Untuk membuatnya, singkong parut dicampur bersama kelapa parut. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih ditumis, kemudian dicampur dengan bahan-bahan isian. Ambil adonan,bentuk sebesar bola pingpong yang kemudian dipipihkan, lalu diisi dengan adonan isi. Adonan lalu dibentuk bulat lonjong, kemudian digoreng. Cabai rawit di dalamnya membuat combro menjadi pedas sekaligus gurih.

Adapun misro, sama-sama terbuat dari parutan singkong. Namun, misro termasuk panganan manis, bagian dalamnya diisi gula merah. Tak heran, makanan ini dinamakan misro atau amis di jero, yang berarti manis di dalam. Bentuknya tak ubahnya seperti combro dan enak disantap saat hangat.

Cara pembuatan misro menggunakan parutan singkong yang dicampur garam, kemudian dibentuk dan tengahnya diisi dengan gula merah, barulah digoreng. Di samping memiliki bahan pembungkus yang sama dengan combro, cara membuatnya juga sama.

Bila menyukai rasa manis, isiannya bisa diganti dengan gula pasir. Seiring dengan perkembangan zaman, panganan tradisional ini disulap menjadi kudapan modern agar bisa mengikuti tren kuliner yang berkembang. Misalnya saja misro yang berisi gula merah, bisa diganti dengan cokelat.

Isian combro pun ditampilkan bervariasi, bukan lagi oncom. Namun, bisa diisi lada hitam, keju, sosis, dan kornet. Begitu pun bentuknya yang tidak lagi monoton bulat lonjong, ada yang dibentuk bulat pipih seperti perkedel sampai segitiga. Tak ayal, makanan tradisional ini tidak tergerus zaman meskipun sudah beralih menjadi lebih fusion.

Camilan lain yang bisa ditemui di rumah makan Sunda adalah colenak. Kendati merupakan panganan tradisional warisan dari resep turun-temurun, namun colenak tetap disukai, baik oleh orang tua maupun muda. Colenak bahkan hadir di beberapa restoran Jawa Barat kenamaan.

Colenak yang merupakan singkatan dicocol enak, terbuat dari peuyeum atau tapai singkong.

"Makanan ini dibakar kemudian disajikan dengan saus yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah. Karena kandungan gula di dalam tapai, maka tapai tersebut menjadi mudah gosong," kata pengelola rumah makan Sunda Lembur Kuring Bi Bet, Yeti Suryadi Sujaya.

Walau gosong, justru bagian ini yang enak. Jangan ditanya soal rasanya, tapai yang renyah berpadu dengan saus manis. Satu lagi yang bisa dinikmati sebagai camilan, yakni kue saroja. Nama ini diambil dari nama kembang seroja yang juga dikukuhkan dalam sebuah tembang lawas. Kue ini cukup istimewa karena biasa disuguhkan pada momen spesial, umpamanya perayaan pernikahan, hari raya Idul Fitri, dan sebagainya.

Mengenai bentuk, kue ini nyaris menyerupai kue kembang goyang. Kalau mau kue yang mengenyangkan, coba saja katimus. Panganan dengan bahan dasar singkong parut, kelapa parut, dan gula ini teksturnya kenyal tapi padat, dengan rasa manis serta selipan gurih dari kelapa. Cukup menyantap 1-2 buah, rasanya sudah cukup untuk menghalau perut yang keroncongan.

Mau variasi lain? Cicipi saja awug. Kue gurih ini terbuat dari tepung beras yang dicampur kelapa parut, gula merah dan sedikit garam, lantas dikukus. Panganan ini biasanya berbentuk kerucut seperti tumpeng dan bergaris-garis cokelat yang berasal dari gula merah. Agar terbentuk kerucut, digunakan cetakan yang sesuai.

Selain dengan cetakan kecil, di beberapa daerah ada juga yang memilih menggunakan loyang yang cukup lebar. Dengan demikian, saat hendak disajikan, awug tinggal dipotong-potong saja sesuai selera.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft