MomMeWorld Kehamilan News Feed
Updated: Thu, 31 Oct 2013 07:01:11 GMT | By MomMeWorld Kehamilan News Feed

Pertumbuhan Janin Terhambat



Pertumbuhan Janin Terhambat

Definisi

Si kecil dalam kandungan yang didiagnosis mengalami pertumbuhan terhambat atau yang disebut dengan Intrauterine growth restriction (IUGR), akan tampak lebih kecil dari ukuran normal. Pada umumnya, hasil USG akan menunjukkan bahwa berat badan janin berada di bawah 10 persentil dari berat seharusnya yang disesuaikan dengan usia kehamilan Moms.

Ada banyak alasan mengapa ukuran bayi tampak lebih kecil dari yang seharusnya. Dalam banyak kasus, bayi yang sudah didiagnosis IUGR mungkin bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, yang memang mirip dengan salah seorang anggota keluarga. Sedangkan dalam kasus lainnya, seorang bayi yang tampak kecil di dalam rahim Moms ternyata bisa berukuran normal saat lahir.

Dokter akan menilai ukuran rahim Moms selama pemeriksaan panggul pada trimester pertama. Setelah itu, dokter akan memeriksa pertumbuhan si kecil dengan mengukur perut Ibu hamil pada setiap kunjungan prenatal. Jika hasil pengukuran janin lebih kecil dari perkembangan seharusnya, dokter akan menindaklanjutinya dengan melakukan USG untuk menentukan berat dan ukuran janin.

Jika Moms masih berada di semester pertama kehamilan dan baru pertama kali melakukan USG, bisa saja Moms salah menghitung awal mula kehamilan atau siklus terakhir haid, sehingga ukuran janin tidak sesuai dengan usianya. Sedangkan bila usia kehamilan Moms sesuai, namun ukuran janin tetap lebih kecil, kemungkinan si kecil di dalam rahim akan didiagnosis dengan IUGR.

Penyebab

Seorang janin mungkin tidak akan tumbuh dengan baik jika tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang ia butuhkan untuk berkembang. Berikut adalah daftar penyebab paling umum IUGR:

  • Kelainan pada plasenta yang merupakan bagian yang memberikan oksigen dan nutrisi untuk si kecil didalam rahim. Plasenta mungkin tidak berfungsi dengan baik jika berukuran terlalu kecil, maupun tidak terbentuk dengan sempurna, atau mulai melepaskan diri dari rahim (placental abruption). Sebuah plasenta yang terlalu rendah dalam rahim (plasenta previa) pun dapat meningkatkan risiko IUGR.
  • Kondisi medis yang mungkin Moms miliki, seperti hipertensi kronis atau preeklampsia (terutama jika preeklampsia sudah parah dan didiagnosis pada trimester kedua atau jika Moms memiliki hipertensi kronis dan preeklampsia), ginjal atau penyakit jantung, anemia tertentu, diabetes, gangguan pembekuan darah, sindrom antifosfolipid antibodi, atau penyakit paru-paru yang serius.
  • Kelainan kromosom, seperti down syndrome, atau cacat lahir struktural, seperti anencephaly (terdapat bagian otak yang hilang), cacat pada ginjal maupun dinding perut.
  • Mengandung bayi kembar.
  • Merokok, minum alkohol, atau menyalahgunakan narkotika.
  • Infeksi tertentu pada Moms yang menular pada janin, seperti toksoplasmosis, sifilis, dan rubella.
  • Mengonsumsi obat-obat tertentu, seperti beberapa antikonvulsan.
  • Mengalami gizi buruk.

Lakukan pemeriksaan rutin tiap bulan untuk memantau perkembangan berat janin dalam kandungan. Dan segera konsultasikan dengan dokter kandungan agar masalah ini segera teratasi.

0Komentar
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft