Sun, 06 May 2012 04:46:18 GMT | By Editor Rizki Adis Abeba, tabloidbintang.com

Tips Agar Berangkat Kerja Tanpa Ditangisi Anak

Tip agar si kecil tak rewel saat ditinggal berangkat kerja


Tips Agar Berangkat Kerja Tanpa Ditangisi Anak

Saat berangkat kerja menjadi momen yang dilematis bagi para orangtua. Si kecil tak rela ditinggalkan, tapi orangtua tak punya pilihan.

Tak jarang si kecil merajuk untuk menghambat orang tuanya berangkat kerja. Situasi seperti ini terkadang membuat orangtua merasa bersalah karena harus meninggalkan anak yang masih merindukan buaian. Butuh siasat agar bisa berangkat kerja dengan tenang tanpa ditangisi si kecil? Coba ikuti trik berikut:

1. Buatlah sebagai rutinitasBerangkat kerja sesungguhnya tak lebih dari rutinitas. Buatlah anak Anda merasakan hal yang sama. Jika sudah dirasa sebaga rutinitas, maka anak-anak tak merasa ada hal yang aneh saat ditinggal pergi orang tuanya. Biasakan agar si kecil ikut menjalani rutinitas pagi. Setelah bangun tidur, ajak sarapan bersama sambil Anda siap-siap berangkat kerja, lalu berikan kegiatan saat Anda berangkat kerja. Dengan begitu semua kegiatan terasa lebih alami, dan bukan persoalan besar saat ia ditinggal kerja.

2. Beri iming-imingJika anak sudah cukup umur untuk diberi pengertian, berikan pemahaman tujuan Anda bekerja tak lain untuk membahagiakannya, agar bisa mendapat uang untuk membeli barang-barang kesukaannya. Sesekali bolehlah memberi iming-iming hadiah agar si anak semangat menanti Anda pulang kerja. Tapi ingat, memberi iming-iming hadiah bisa berakibat ketagihan pada si anak. Agar mencegah anak bersifat materialistis, selingi komplimen berupa pujian sebagai “anak pintar” atau “anak baik” jika ia bisa ditinggal bekerja tanpa rewel.

3. Jangan mendramatisir keadaanTak jarang rengekan si kecil justru disebabkan orang tua yang lebay. Perasaan tak rela meninggalkan anak membuat orang tua memberi perhatian berlebihan sebelum berangkat kerja. Jika Anda memulai drama pagi dengan panik saat meninggalkan rumah, si kecil akan terpancing untuk semakin lengket dan sulit ditinggalkan. Alih-alih mendramatisir kepergian Anda ke kantor, buatlah adegan pamitan yang menyenangkan. Ajari si kecil gerakan kiss bye saat melepas Anda berangkat kerja. Lama-lama ia akan paham saat gerakan kiss bye dilakukan pertanda sang ibu atau ayah akan pergi, tentunya untuk sementara saja.

4. Buat si kecil sibukSebelum anak merengek agar tak ditinggal pergi, buatlah ia sibuk dengan kegiatan yang disukainya. Berikan mainan yang menarik perhatiannya atau makanan kegemarannya sehingga lupa dengan kepergian Anda. Jika si kecil sudah bisa menonton, suguhkan tontonan kegemarannya, bisa berupa film kartun atau lagu-lagu kesenangannya untuk mengalihkan perhatian.

5. Carikan teman bermainMungkin si kecil tak ingin ditinggal karena takut kesepian. Jika di sekitar rumah Anda ada teman sebayanya, ajak mereka bermain bersama. Dengan adanya teman bermain, si kecil tak akan kesepian. Orang tua bisa bekerja dengan tenang. Tapi tetap saja, harus ada orang dewasa yang mengawasi.

6. Serahkan anak pada orang yang tepatSalah satu penyebab anak tak mau pisah dari orang tua, karena faktor kenyamanan yang tak ia dapatkan dari orang lain. Perasaan takut dan tak nyaman diasuh orang lain selain orang tuanya menjadi salah satu pemicu rewelnya anak saat ditinggal bekerja. Jika tingkat kerewelan si kecil setiap kali akan Anda tinggal sudah pada tahap mencemaskan, mungkin saatnya Anda memeriksa kembali sistem pengasuhan yang dilakukan pengasuh anak Anda. Bisa jadi ia tak diperlakukan dengan baik sehingga ketakutan setiap kali ditinggal kerja orangtuanya.

Maka itu, pastikan anak Anda diasuh orang yang tepat dan bisa dipercaya selama Anda bekerja. Jika sang pengasuh mampu memberikan kenyamanan seperti yang bisa diberikan orangtua, maka tak masalah jika ia “dipindahtangankan” setiap kali orangtuanya harus berangkat kerja. Toh, sama nyamannya dengan bersama sang ayah dan bunda.

(riz/yb)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out