Thu, 31 Mar 2011 09:36:07 GMT | By Editor Vallesca Souisa, tabloidbintang.com

Rossa dan Koleksi Sepatu Belasan Juta

Bintang menilik ruang koleksi sepatu dan kostum Rossa. Melihat seberapa pentingnya peran sepatu bagi sang diva. Pelantun “Ku Menunggu” ini mengaku bukan seorang shoe fetish (sebutan bagi para penggila sepatu-red) sih, tapi sepatu lebih seperti kebutuhan dan penunjang profesi.


Rossa dan Koleksi Sepatu Belasan Juta

“men I may not know, but shoes… shoes… I know”. Ungkapan ini terlontar dari bibir si shopaholic Carrie Bradshaw dalam Sex and The City. Wanita dan sepatu seperti kesatuan yang sulit dipisahkan. Flat, high heels, bot, apa pun modelnya, menjadi fashion statement yang memengaruhi penampilan dan karakter kita.

Bintang menilik ruang koleksi sepatu dan kostum Rossa. Melihat seberapa pentingnya peran sepatu bagi sang diva. Pelantun “Ku Menunggu” ini mengaku bukan seorang shoe fetish (sebutan bagi para penggila sepatu-red) sih, tapi sepatu lebih seperti kebutuhan dan penunjang profesi.

Tujuh puluh sepatu dengan beraneka warna dan model tersusun rapi di lemari sepatu sebesar dinding ruangan itu. Bahkan lemari besar itu pun sudah tak cukup menampung. Beberapa pasang ditaruh di bawah lemari, beralaskan karpet berbulu.

“Sepatu buatku sebenarnya lebih kepada kebutuhan. Ada kostum warna apa, maka harus ada sepatu yang menyesuaikan warna kostum itu. (Sepatu) seperti sahabatku di panggung,” ungkap Rossa.

Makanya rata-rata sepatu yang terpajang bertumit tinggi dan berwarna berani. Sepatu-sepatu ini berasal dari berbagai negara. Inggris, Hongkong, Malaysia, dan negara-negara lainnya yang pernah disinggahinya.

“Tapi aku enggak bisa pakai yang terlalu tinggi. Penyanyi-penyanyi lain, ada yang pakai hak sampai 12 cm. Punyaku paling tinggi 9 cm. Karena aku juga enggak terlalu bisa menjaga keseimbangan.” Kenyamanan menjadi prioritas utama dalam memilih sepatu. Ibaratnya, seperti sebuah hubungan.

“Apalagi untuk dipakai manggung. Nyaman itu penting banget. Banyak sepatu sudah mahal, dipakai sakit. Yang seperti itu biasanya cuma sekali pakai,” bilang mantan istri Yoyo ini.

Itulah yang mendorong Rossa bisa membeli sepatu hingga lintas negara. Kedua, karena ukuran kakinya terlalu kecil. Sehingga sedikit sulit baginya mencari sepatu di sini (Jakarta-red).

“Size-ku 35,” ujarnya.

Ada merek-merek tertentu yang menjadi andalan Rossa karena kenyamanan dan menyediakan ukurannya. Seperti, Prada, Miu Miu, Gina--dibeli langsung dari pabriknya di London. Jimmy Choo, GUESS.

Dari rak atas hingga yang paling bawah, juga memiliki sejarahnya masing-masing. Dari yang paling sering dipakai untuk konser, hingga yang paling “dianaktirikan” alias cuma dipakai sekali lalu jadi pajangan, karena bikin kaki sakit!

“Buatku, paling gampang mencari sepatu itu di Hongkong. Tapi kemarin ini di London lumayan, aku dapat merek yang cocok banget. Di sana ada merek Gina. Size-nya ada. Dan biarpun tinggi, dipakainya enak banget. Saking nyamannya, aku suka pesan beberapa warna sekalian terus dikirim ke Jakarta. Gina sekarang lagi jadi andalanku. Sepatu itu, kan yang penting nyaman, bukan mahalnya. Sesuai enggak sama kaki kita,” urai Rossa.

Sekali borong bisa 6 sampai 7 sepatu. Untuk Gina, ia baru saja membeli 3 sepatu dengan model yang sama, namun berbeda warna: merah, hitam, dan beige. Alokasi dananya, “Kira-kira 10 juta keatas lah. Dua belas juta, 14 juta paling mahal. Yang paling murah itu merek Marciano, GUESS. Sekitar 4 jutaan.”

Rossa memiliki orang yang khusus merawat dan memperhatikan sepatu serta kostum-kostumnya ini.

“Biasanya habis manggung, langsung dibersihkan. Dilap luar dalamnya, lalu ditaruh lagi sesuai urutan tempatnya,” jelas asistennya. Rak-rak ini disekat dengan kaca dan dihiasi lampu-lampu kecil. Persis seperti di etalase.

(val/gur)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out