Sat, 24 Nov 2012 19:08:50 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Pusing, Sakit Kepala, Migrain, Vertigo: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi

Sakit kepala. Penyakit yang satu ini kerap mampir. Biasanya, begitu sakit kepala, langsung minum obat.


Pusing, Sakit Kepala, Migrain, Vertigo: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi

Sakit kepala. Penyakit yang satu ini kerap mampir. Biasanya, begitu sakit kepala, langsung minum obat.

Tanpa berpikir jauh, apa sakit kepala yang sedang menjangkit itu pusing, nyeri kepala, migrain, atau vertigo. Padahal, beda sakit kepala, beda penyebab dan penanganannya. Ada penyebab primer misalnya kelelahan otot, nyeri karena posisi kepala yang salah saat tidur.

“Penyebab sekunder seperti pembengkokan pembuluh darah, gangguan pada mata, peredaran darah di kepala, atau sinusitis. Sakit kepala ada macam-macam,” terang dr. Harry Papilaya (39) dari Klinik Umum Berkah Dharma. Migrain misalnya, bentuk sakit sakit kepala vaskular.Disebabkan melebarnya pembuluh darah di salah satu bagian kepala. Pembesaran pembuluh meregangkan saraf-saraf yang melingkar di sekeliling. Saraf-saraf itu melepas zat kimia-kimia yang menyebabkan peradangan dan nyeri.

“Migrain biasanya disertai keluhan mual (rasa tidak nyaman di perut-red), muntah, dan silau pada mata,” imbuhnya. Migrain beda dengan pusing. Menurut Harry, pusing adalah ketidakmampuan badan melakukan tindakan yang harus dilakukan saat itu. Pusing disertai perubahan tekanan darah yang cenderung rendah. Ketika penderita mau bergerak, ia seperti hilang kesadaran.

Sementara nyeri kepala dipicu ketegangan otot. Lain halnya vertigo. Awam menyebut vertigo sebagai pusing tujuh keliling. Ruangan terasa berputar dan kepala kliyengan. Harry menyebut vertigo gangguan pusat keseimbangan yang ada di belakang telinga. Pusat keseimbangan berfungsi supaya seluruh organ dapat berdiri dengan baik. Itulah sebabnya ketika vertigo bertandang, Anda merasa ruang di sekitar berputar. Jadi susah berjalan, karena ruang di sekitar terasa ikut bergerak.

Jika sakit kepala dan antek-anteknya menyelinap ke kepala, Harry menyarankan pertolongan pertama sebelum bergegas ke rumah sakit:

1. Jika pusing, segera duduk. Tarik napas mendalam. Atur napas perlahan agar jantung memompa darah lebih optimal ke area kepala. Dengan begitu organ-organ tubuh difasilitasi untuk saling berkoordinasi dengan lebih baik.

2. Jika nyeri kepala terjadi, segera duduk. Tarik napas mendalam. Kemudian buang napas secara mendalam pula (secara teratur) supaya sirkulasi oksigen (dari luar ke dalam tubuh begitu pula sebaliknya) berjalan mulus. Dengan begitu, otot-otot yang tegang melakukan relaksasi.

3. Jika migrain melanda, segera ambil posisi istirahat senyaman mungkin. “Atur napas, tarik napas, dan buang napas secara cepat, jangan hela napas mendalam (perlahan) karena jika CO2 ada di tubuh lebih lama akan menekan pembuluh darah yang melebar,” Harry mengingatkan.

4. Jika vertigo melawat, segera rebahkan diri. Pejamkan mata di ruangan tanpa terlalu banyak cahaya dan suara berisik. Atur napas dengan baik dan segera menghubungi dokter.

Yang sering kita dengar, sakit kepala (termasuk vertigo) dipicu kebiasaan jarang sarapan. Menurut Harry, jarang sarapan bukan indikator tunggal. Penekannya soal keteraturan. Sarapan teratur, kerja teratur, istirahat cukup dan teratur. Kebiasaan buruk yang kerap kita lakukan, bekerja keras, lupa istirahat cukup. Giliran weekend tiba, tidur melulu dan baru bangun jam 13.

“Boleh tidur untuk membayar jam tidur yang kurang. Tapi setidaknya, saat pagi, bangun dulu. Lakukan kegiatan kecil. Setelah itu silakan tidur lagi. Jangan tidur jor-joran, itu membuat peredaran darah di organ tubuh yang bersandar di kasur dan bantal statis. Akhirnya membuat otot di organ (yang menempel di kasur bantal) jadi kaku dan tegang,” Harry mengingatkan.

Asumsi lain, perempuan lebih rentan sakit kepala ketimbang pria. Ketika dikonfirmasi, Harry menyebut itu bergantung pada kemampuan mengelola stres (kemampuan nonfisik), siklus hormonal wanita yang berubah setiap bulan, dan kondisi menstruasi.

“Menstruasi bisa memicu kekurangan darah atau hemoglobin. Biasanya itu disertai sakit kepala. Kuncinya, jika sakit kepala datang, kenali kapan dan (kepala) bagian mana yang terasa sakit. Makanan pantangan tidak berkorelasi kuat dengan sakit kepala. Istirahatlah dan jangan biarkan perut kosong,” pungkas Harry.

(wyn/adm)

1Komentar
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out