
JEJARING sosial telah membius jutaan pengguna internet. Bahkan tak sedikit pula yang rela melakukan apa saja asalkan tetap eksis di dunia maya.
Sebuah survey dari Harris Interactive menyebutkan, 40 persen orang dewasa di Amerika Serikat rela membersihkan toilet, terjebak macet di jalan selama empat jam, hingga membaca buku filsafat yang membosankan, daripada harus menghapus akun jejaring sosial. Mereka bahkan lebih memilih untuk dipenjara semalaman daripada harus berhenti memakai jejaring sosial.
Demikian dilansir Huffington Post, Rabu (1/8).
Survey yang melibatkan 2.037 responden ini menemukan 63 persen pengguna jejaring sosial merasa takut ketinggalan informasi terkini.
Uniknya, angka tersebut hanya berlaku bagi pengguna jejaring sosial yang sudah memiliki pasangan. Bagi yang "jomblo", rasa takut ketinggalan informasi melonjak hingga 72 persen.
Sayangnya, survey ini tidak mengungkap mengapa ada perbedaan perilaku penggunaan jejaring sosial antara kaum lajang dan yang tengah berada dalam hubungan percintaan.
Namun diduga angka ini muncul karena para lajang lebih sering menghabiskan waktu sendirian, ditemani ponsel kesayangan.
(rere/gur)
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- DPR Setujui Kenaikan BBM
- Erin Brady Raih Gelar Miss USA 2013
- Radja Nainggolan Antusias Main di GBK
- Proses Pembuatan Cronut
- Mereka Pahlawan di Kehidupan Nyata
- Ricuh Penolakan BBM Dimana-mana
- Akhirnya Jupe Bebas
- Yesus Dalam Mural Jalanan
- 10 Pekerjaan yang Tidak Menyehatkan
- Gadget Terbaru dari E3
- Pucuk Gereja di Danau Desa Groun, Tyrol, Italia
- 4 Selebriti Pemilik Kaki Terindah
- Ford Mustang Termahal di Dunia
- Mengharukan, Menyelamatkan Ikan Buntal dari Kail
- Lihat
- Bagikan
berita hang out

The Queen of Anti Aging itu sangat giat memasyarakatkan permasalahan anti aging kepada masyarakat Indonesia dengan tujuan supaya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat.

Meso Body Impressions memberikan solusi bagaimana menuntaskan tumpukan lemak di tiga bagian tubuh terpenting bagi wanita

Bekerja delapan jam sehari sudah membuat tubuh lelah. Namun kadang kala, banyaknya pekerjaan membuat waktu kerja delapan jam tidak cukup.

Selama kehamilan, mungkin saja beberapa masalah mengintai tanpa sepengetahuan si ibu hamil. Bukan tidak mungkin gangguan laten berujung pada keguguran.

Sangat disayangkan jika produk-produk lokal khususnya kain sarung tidak dicintai oleh masyarakatnya sendiri.







