Mon, 30 Aug 2010 11:50:35 GMT | By Editor --, tabloidbintang.com

Pacitan, Wisata Goa Hingga Pantai Ekstrim

URBAN Style tidak pernah berencana untuk meliput wisata di Kabupaten Pacitan. Bukan apa-apa, dalam benak kami kampung halaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan daerah yang penuh dengan gugusan pegunungan kapur yang tandus dan gersang.


Pacitan, Wisata Goa Hingga Pantai Ekstrim

URBAN Style tidak pernah berencana untuk meliput wisata di Kabupaten Pacitan. Bukan apa-apa, dalam benak kami kampung halaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan daerah yang penuh dengan gugusan pegunungan kapur yang tandus dan gersang.

Apalagi langsung terbayang lewat jalan darat yang berkelok-kelok dan jelek. Bayangan negatif itu sirna setelah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mengajak kami melihat perkembangan pariwisata kota yang mendapat julukan Kota 1001 Goa ini. Perjalanan dari Yogya ke Pacitan jalannya bagus dan lebar. Perkembangan pariwisata ini juga terbilang cepat dan tertata baik.

Hal itu bisa dilihat dari mulusnya jalan menuju tempat wisata dan tersedianya transportasi. Berdirinya hotel-hotel baru, rumah makan, toko yang menjual kerajinan tangan juga sebagai indikator pariwisata Pacitan tengah bergeliat.

Goa-Goa di Pacitan Memiliki Stalagtit dan Stalagmit Indah dan Unik Memasuki kota Pacitan, sepanjang jalan Anda akan melihat gugusan pegunungan kapur yang gersang dan tandus.

Tapi siapa sangka di dalam gugusan gunung kapur itu terdapat goa yang sangat indah. Di antaranya, Goa Gong, Goa Tabuhan, Goa Putri, Goa Kendil, Goa Pentung, Goa Somopuro, Goa Papringan, Goa Giritundo dll.

Goa Gong dan Goa Tabuhan, dua goa paling populer karena keindahannya. Goa Gong terletak di dusun Pule, desa Bomo, kecamatan Punung, jarak dari pusat kota Pacitan sekitar 30 kilometer.

Dari tempat parkir mobil, Anda harus jalan menaiki anak tangga sekitar 1 kilometer untuk mencapai bibir goa. Melangkahkan kaki ke dalam Goa Gong, mata Anda langsung disuguhkan aneka bentuk stalagtit dan stalagmit yang unik dan indah serta mistis.

Saking indahnya, suasana mistis itu langsung lenyap dan berubah menjadi kagum. “Pemandangan yang spektakuler. Stalagtit dan stalagmitnya jauh lebih indah dari goa-goa yang ada di Vietnam,” ucap Bakri, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Untuk turun ke dalam perut bumi ini Anda harus melewati tangga sempit dan licin karena tetesan air yang jatuh dari atas goa. Jangan khawatir, sudah ada lampu penerang dan blower besar untuk menyejukkan goa. Jika Anda merasa masih gelap dan butuh lampu senter, di pintu masuk juga ada jasa sewa lampu senter. Mereka juga bisa merangkap sebagai tour guide.

”Dulu lampu di dalam goa ini banyak, tapi sekarang telah berkurang. Harga lampunya mahal jad sulit untuk beli lampu yang putus,” ucap penjaga Goa Gong yang tidak mau disebut namanya.

Semakin masuk/turun ke dalam goa, keindahan Goa Gong makin sempurna. Uniknya, stalagtit dan stalagmit tembus cahaya yang berasal dari aneka lampu warna-warni dan menghasilkan gradasi warna warna unik. Di dalam Goa Gong ada empat Sendang atau sumber air.

Sendang ini konon banyak manfaatnya, di antara bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan awet muda. Tidak jauh dari Goa Gong, ada Goa Tabuhan. Di banding Goa Gong, Goa Tabuhan tidak terlalu dalam dan lebih kecil. Stalagtit dan Stalagmitnya banyak yang sudah mati, karena itu goa ini tidak mengeluarkan air dan lebih kering. Keunikan Goa Tabuhan terletak pada Stalagtit dan stalagmitnya yang jika ditabuh atau dipukul akan mengeluarkan bunyi layaknya gamelan. Karena keunikannya, di goa ini sering digelar berbagai pertunjukkan seni.

“Unik, seperti alat musik tabuh saja,” ucap Imran, salah satu pengunjung yang menyaksikan pertunjukkan seni di dalam Goa Tabuhan. Rencananya Departemen Kebudayaan dan Pariwisatatengah mengupayakan mendaftarkan goa-goa di Pacitan ke Unesco sebagai salah satu world heritage. Pantainya Jadi Surga Pecinta Surfing Daya tarik wisata Pacitan tidak hanya goa, tapi juga pantai. Kota Pacitan yang memiliki garis pantai 70,71 kilometer dan wilayah lautnya seluas 524 kilometer persegi terus mengembangkan pariwisata bahari.

Ada banyak pantai yang patut Anda sambangi saat berkunjung ke kota ini. Ada pantai Teleng Ria, pantai Klayar, pantai Watu Karung, pantai Srau dll. Yang paling dekat dengan pusat kota, pantai Teleng Ria, jaraknya hanya 3 kilometer.

Pantai ini tengah bergeliat dengan mempercantik diri dan melengkapi fasilitas umumnya. Di pantai ini Anda jangan berenang, karena ombaknya besar, maklum Laut Selatan. Dari pantai ini Anda bisa menyaksikan Teluk Pacitan. Kabarnya di teluk ini, pemda akan membangun pelabuhan.

Pantai lain yang patut Anda kunjungi, pantai Watu Karung dan Klayar. Dua pantai ini menjadi favorit turis mancanegara. Ombak yang besar dan tinggi jadi surga bagi pecinta surfi ng.

”Kalau sekarang lagi sepi, biasanya turis datang ke sini untuk surfi ng pada bulan Agustus dan Maret. Pada bulan-bulan itu ombak di pantai ini lagi tinggi-tinggi dan cocok untuk surfing,” ucap Minto, penyewa perahu motor. Karena ombaknya ekstrim, pantai-pantai di Pacitan tidak cocok untuk berenang.

Pegunungan kapur yang banyak terdapat di Pacitan juga jadi anugerah bagi masyarakat setempat. Batubatu itu disulap menjadi batu akik, batu mulia hingga berbagai hiasan. Harganya murah, jika Anda pandai menawar batu akik merah delima dibandrol Rp 50.000.

Apalagi berbagai hiasan yang terbuat dari batu, ada yang berupa binatang, telur-teluran, kalung dan gelang. Harganya hanya Rp. 10000 saja. Murah bukan?

Bagaimana tertarik untuk plesiran ke Pacitan?

(Endang Jamhari-URBAN Style/gur)

0Komentar

video gaya hidup

MSN Video is temporarily unavailable.
lainnya...

berita hang out