
TIDUR bukanlah hal sepele. Sepanjang 24 jam waktu kita, delapan jam di antaranya dihabiskan untuk tidur.
Tidur merupakan hal penting yang dibutuhkan tubuh. Ibarat alat elektronik semisal handphone, tidur adalah momen mengisi baterai atawa charging setelah dipakai bekerja seharian. Selayaknya handphone yang sedang di-charge pula, akivitas tidur sebaiknya tidak diganggu oleh hal-hal lain agar proses charging bisa maksimal.
Kita tentu tahu, tidur tak nyenyak akan membuat badan bangun dalam keadaan tak segar. Kita tentu juga tahu, tidur nyenyak punya efek menakjubkan. Membuat segar dan bersemangat saat bangun keesokan harinya. Yang lebih penting, tidur nyenyak memberi kesempatan pada tubuh untuk memperbarui dan memperbaiki sel-sel yang rusak, terutama sel kulit. Proses regenerasi ini akan dipercepat saat kita tidur nyenyak.
Menghabiskan waktu delapan jam di tempat tidur bisa meninggalkan banyak sel kulit mati tertinggal di tempat tidur. Sel kulit mati itu menarik perhatian tungau alias kutu debu.
Nah, tungau di tempat tidur ini bisa menjadi penyebab alergi berasal. Seseorang dikatakan memiliki alergi jika sistem kekebalan tubuhnya bereaksi abnormal terhadap zat yang tidak menimbulkan efek bagi kebanyakan orang. Artinya, orang itu memiliki alergi terhadap zat tersebut dan mengalami reaksi alergi.
Reaksi alergi ada beberapa jenis, seperti bersin, hidung gatal atau berair, gangguan napas, wajah bengkak atau angiodema, dan paling serius anafilaksis. Zat yang menimbulkan reaksi alergi disebut alergen.
Beberapa alergi dapat menimbulkan gangguan sepanjang tahun, sedangkan alergi jenis lain hanya menyerang kita pada waktu tertentu.
Bisa dibayangkan bila Anda terbilang alergi pada tungau debu sementara hewan kecil itu tinggal enak di tempat Anda tidur, betapa tak nyaman dan tak sehat tempat tidur Anda. Perlu diketahui, sepert dikatakan BBC, rata-rata tempat tidur menjadi sarang bagi 1,5 juta tungau debu rumah. Bagaimana mengatasi tungau debu yang bersarang di tempat tidur?
Tungau tidak dapat bertahan hidup dalam kondisi hangat dan kering. Setidaknya, cuci seprai dan peralatan tidur lainnya satu pekan sekali. Hindari memakai bantal, uling, atau selimut yang tidak dapat dicuci.
Cara paling efektif tentu memilih tempat tidur yang tepat sejak awal. Jika Anda mengidap alergi tungau debu, pilihan jitu adalah membeli tempat tidur khusus anti alergi. Pilihlah tempat tidur berbahan lateks berkualitas baik. Karena bahan lateks memiliki pori-pori kecil sehingga tidak menyimpan debu dan bakteri.
Salah satu pilihan tempat tidur yang mampu mengatasi alergi adalah spring bed Comforta. Spring bed ini didesain khusus menggunakan kain yang sudah melewati pemrosesan canggih hingga terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan alergi.
Anda tersiksa dengan alergi? Mungkin masalahnya ada pada tempat tidur Anda. Segera ganti tempat tidur Anda dengan spring bed anti bakteri dan anti alergi persembahan Comforta.
(adv)
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- DPRD DKI Ancam Gulingkan Jokowi
- Lagu-Lagu Musim Panas Favorit
- Foto-foto Terbaik dari Arena Olahraga
- Memahami Hak Perempuan dalam Islam
- Tebak Tatto Selebriti
- Jalur Neraka Imigran Gelap
- Perjalanan Bayern dan BVB Menuju Wembley
- Panduan Lengkap Xbox One
- 10 Aturan Tidak Resmi Saat Karaoke
- Keliling Havana dengan Bel Air 1956
- Pameran Mesin Judi Asia
- Terapi Kuda Di Meksiko
- Aksi Tendangan Bola Anak Kecil ke Gawang
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
- Lihat
- Bagikan
berita hang out

The Queen of Anti Aging itu sangat giat memasyarakatkan permasalahan anti aging kepada masyarakat Indonesia dengan tujuan supaya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat.

Meso Body Impressions memberikan solusi bagaimana menuntaskan tumpukan lemak di tiga bagian tubuh terpenting bagi wanita

Bekerja delapan jam sehari sudah membuat tubuh lelah. Namun kadang kala, banyaknya pekerjaan membuat waktu kerja delapan jam tidak cukup.

Selama kehamilan, mungkin saja beberapa masalah mengintai tanpa sepengetahuan si ibu hamil. Bukan tidak mungkin gangguan laten berujung pada keguguran.

Sangat disayangkan jika produk-produk lokal khususnya kain sarung tidak dicintai oleh masyarakatnya sendiri.








