Sat, 23 Mar 2013 08:40:00 GMT | By Editor Teguh Yuswanto, tabloidbintang.com

Kala Kami Bertandang ke Rumah Ahmad Dhani

"Karena semua ada di rumah, saya tidak perlu ke mana-mana. Dengan begitu, saya bisa selalu bersama anak-anak," kata Ahmad Dhani.


Kala Kami Bertandang ke Rumah Ahmad Dhani

KALAU sekarang Anda bertandang ke kediaman Ahmad Dhani (40) di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pasti akan menemukan banyak perubahan bahkan jika dibanding dengan setahun silam.

Pria kelahiran 26 Mei 1972 ini termasuk tipe yang suka mengotak-atik ruangan. Semua ruangan bahkan dirombak total.

Semula, luas tanah hanya 350 meter. Sejak setahun lalu, berkembang menjadi 700 meter. Perubahan ini otomatis bisa mengadopsi kebutuhan ruang yang lebih representatif. Lantai bawah, selain sebagai ruang tamu, juga menyimpan barang koleksi milik Dhani, seperti gitar, sofa, kursi, lukisan, meja tempat abu jenazah, dan segala pernak-pernik layak koleksi.

Dari ruang tamu, masuk ke kanan, terdapat meja biliar. Di sinilah Dhani beserta teman-teman mengobrol atau melakukan pembicaraan bisnis. Di ruang biliar ini dia juga menyimpan foto-foto bersejarah, lukisan, dan lemari-lemari kuno yang terbuat dari kayu jati. "Semua barang-barang di sini baik lemari, kursi, maupun meja terbuat dari kayu jati," ungkap Dhani.

Di ruangan dekat tempat bermain biliar, terpajang lukisan karya pelukis legendaris Raden Saleh. "Ini seniman Indonesia yang pertama kali go international," tutur Dhani sambil menunjuk lukisan Raden Saleh.

Perubahan yang cukup signifikan terjadi di lantai kedua. Kamar Dhani saat bersama Maia, kini dipakai Al Ghozali. "Dulu ini kamar saya. Kasur ini yang saya pakai saya sama Maia. Sekarang, untuk kamar Al," tutur Dhani. Di kamar Al, terdapat empat pilar dari kayu jati dengan diameter 20 cm. Seakan fungsinya sebagai pilar ranjang Al. Di dinding terdapat foto dan lukisan para raja. "Konsepnya, 'The King'. Semua foto dan lukisan raja saya pasang di sini," ungkap Dhani. "Rumah ini, kalau ditanya konsep, ya berkonsep Jawa dan kolonial. Itu semua tecermin dari properti yang ada. Ukiran dan bentuk perkakas yang ada," tegas Dhani.

Meski dirombak di sana-sini, dialihfungsikan, unsur warna rumah ini dari dulu hingga sekarang tidak mengalami perubahan, tetap hitam. "Saya tidak tertarik warna lain. Saya hanya suka warna hitam. Makanya, semua berwarna hitam. Sampai tembok rumah juga hitam," kata Dhani.

Secara fungsional, rumah ini bukan hanya tempat beristirahat, tapi juga tempat kerja, olahraga, dan rekreasi. Itu sebabnya, di lantai bawah samping rumah terdapat lapangan futsal yang juga berfungsi sebagai garasi mobil. Karena fungsi ganda itulah, lantai garasi mobil terbuat dari rumpuat buatan. Studio musik, semula berada di lantai kedua, dipindahkan ke lantai ketiga, persis di sebelah kamar Dhani.

Studio rekaman ini juga memuat koleksi buku sejarah, agama, biografi orang terkenal, musik, dan politik. Selain koleksi buku, namanya studio musik, Dhani tentu juga mengoleksi kaset yang jumlahnya ribuan. Sementara di halaman rumah, banyak barang dari kayu jati yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

"Karena semua ada di rumah, saya tidak perlu ke mana-mana. Dengan begitu, saya bisa selalu bersama anak-anak," tandas Dhani.

(guh/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out