Sat, 10 Nov 2012 19:10:50 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Joe Taslim Benar-benar Go International dengan Main di "The Fast and Furious 6"

Bukan sekadar angan-angan, Joe Taslim akan memulai karir aktingnya di Hollywood dengan main di film produksi Unversal Pictures.


Joe Taslim Benar-benar Go International dengan Main di "The Fast and Furious 6"

Bukan sekadar angan-angan, Joe Taslim akan memulai karir aktingnya di Hollywood dengan main di film produksi Unversal Pictures.

Olivier Schneider, penata tempur Liam Neeson dalam box office Taken (2008). Nama yang sama juga dikenal sebagai fight choreographer Denzel Washington lewat Safe House (2012). Tahun ini, ada dua megaproyek yang ditangani Oliver. Memoles penampilan Marion Cotillard di film Rust and Bone lalu mempersiapkan koreografi Joe Taslim (31) untuk The Fast and Furious 6. Kenal Joe Taslim, kan? Ya, mantan atlet sekaligus aktor dari, ehem, Indonesia!

Mimpi Joe dimulai ketika The Raid (TR) dirilis Sony Pictures Classic pada 22 Maret silam. Vin Diesel dan Justin Lin, dua dari beribu penonton yang membanjir di gala premiere TR. Entah mengapa, perhatian Vin dan Justin malah tertuju pada si Sersan Jaka. Itu juga dirasakan petinggi studio raksasa Hollywood, Universal Pictures.

Tak mau buang waktu, Vin dan Justin mengutus Chris Morgan (penulis skenario Wanted untuk Angelina Jolie-red) mengirim naskah The Fast and Furious 6 ke e-mail Joe. Membanggakan, bagi Joe mengingat ia satu-satunya artis “nobody” yang menerima perlakuan istimewa ini. Tanpa banyak bicara di depan media, Joe mewujudkan mimpi banyak seniman Indonesia: go international.

“Universal Pictures meminta saya merekam dan memainkan tokoh dalam bahasa Inggris lalu mengirimkan lagi kepada mereka. Casting director langsung menyukai saya. Pun sutradara dan produser. I must be very lucky, karena saya masih dipandang aktor kecil di Tanah Air,” urai Joe kepada Bintang.

TR mengubah karier si aktor kecil secara dramatis! Setelah pensiun dari timnas judo, putra Mardjuki Taslim meretas jalan menjadi aktor. Seperti biasa, industri dan media hiburan di Tanah Air sinis terhadap wajah baru. Puluhan kali menjalani audisi layar lebar, puluhan kali pula ia menelan kegagalan. Sampai Gareth Evans melihat potensi Joe. Karakter Sersan Jaka mengantar TR ke posisi puncak dengan raihan 1,8 juta penonton di Indonesia saja.

“Dan saya juga kaget Universal Pictures, penghasil film besar seperti The Bourne Legacy dan Snow White and The Huntsman memercayakan salah satu dari 10 besar franchise terlaris di dunia kepada saya. Mimpi saya menjadi kenyataan!” seru Joe kegirangan.

Dalam proyek ini, Joe memerankan Jah, karakter antagonis yang jago bela diri. Joe berhadapan dengan Vin Diesel, Dwayne Johnson, Luke Evans, dan Paul Walker. “Vin, Dwayne, dan Paul sangat talented. Teman yang baik. We all get along together. It’s a great team. Yang bikin merinding, terbiasa melihat mereka di bioskop, televisi dan, majalah luar negeri, sekarang bekerja bersama, ngobrol, dan bahkan makan bersama. It’s overwhelming for me,” paparnya panjang.

Proses pengambilan gambar dilakukan di Inggris dan Spanyol. Semua adegan dalam debut film internasional ini terasa berat. Semua adegan penting. Tak ada yang enteng. Faktor penentu keberhasilan adegan adalah persiapan, persis seperti judo yang digelutinya 15 tahun. Sembilan puluh persen penentu kemenangan ialah persiapan. Selebihnya kerja keras lebih dari biasanya. Memang, Joe bukan pemeran utama dalam waralaba ini. Aktor kelahiran 23 Juni ini memikul lakon antagonis.

“Scene-nya tidak terlalu banyak, tapi cukuplah buat penonton di seluruh dunia tahu ada anak Indonesia main di film ini,” begitu Joe mengomentari perannya. Adegan yang cukup lama pengambilan gambarnya, berkelahi di antara kerumunan orang, di salah satu stasiun Inggris.

Pada akhirnya, Joe bukan hanya membawa namanya ke Negeri Pangeran Charles atau Gedung Putih. Ia membawa nama Indonesia. Bisa jadi ini kali pertama Jakarta menginvasi Hollywood. Terlepas bagaimana hasilnya, pada pemutaran perdana 24 Mei mendatang, yang jelas TR dan Fast 6 bukti kilau karier Joe di layar lebar. Sangat autentik untuk disebut go international.

“Kuncinya, love the job. Seandainya film ini tidak diproduksi Hollywood pun, saya akan tetap memberi 100 persen terhadap produksi apa pun yang dipercayakan kepada saya. Tidak ada habisnya kalau mengejar pengakuan publik. Yang penting, melakukan perkerjaan ini sepenuh hati. Saya berjanji bekerja lebih keras agar tidak mempermalukan negara di luar negeri,” pungkasnya. Ah! Andai semua pekerja seni punya komitmen seperti Bung Taslim!

(wyn/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out