Sat, 21 Jul 2012 09:19:59 GMT | By Editor Wida Kriswanti, tabloidbintang.com

Hijabers Community: Bermula dari Acara Buka Puasa di Mal

Bermula dari acara buka puasa bersama di sebuah mal yang digelar Dian Pelangi, Ria Miranda, Hanna Faridl, dan Fifi Alvianto


Hijabers Community: Bermula dari Acara Buka Puasa di Mal

Istilah hijaber belakangan semakin populer. Padahal bukan sesuatu yang baru. Hijaber, ya artinya para perempuan yang mengenakan hijab -- sebelumnya (di Indonesia) biasa disebut jilbab.

Namun, satu hal berbeda dan membuat istilah hijaber kini lebih populer, karena bahkan ada komunitasnya. Bisa dikatakan yang terbesar dan terorganisasi di Indonesia, Hijabers Community (HC).

Kami mengajak berbincang Nalia Rifika, humas Hijabers Community. Secara garis besar, pemilik akun Twitter @MrsDelonika menyebutkan, “HC adalah komunitas muslimah yang bisa dijadikan tempat sharing dan silaturahim untuk para muslimah muda,” begitu penjabaran Nalia mengenai HC.

Bermula dari acara buka puasa bersama di sebuah mal yang digelar Dian Pelangi, Ria Miranda, Hanna Faridl, dan Fifi Alvianto yang tergabung dalam blog Hijab Scarf pada 2010. Saat itu, melalui blog dan Twitter, mereka mengundang teman sesama muslimah untuk turut hadir. Ternyata, responsnya tinggi. “Dari perkiraan 20, tahu-tahu ada 100 orang lebih yang datang,” kenangnya.

Namanya perempuan, cepat bergaul kalau sudah berkumpul di satu tempat. Mereka pun saling berkenalan dan bertukar pin BB. Ria Miranda, Dian Pelangi, dan Jenahara Nasution kemudian berinisiatif membuat grup. “Dalam grup yang berjumlah 30 orang itulah, kami saling sharing dan berpikir untuk membentuk komunitas,” kata Nalia, yang sudah berumah tangga.

“Jadi HC itu bukan pemikiran satu atau dua orang, melainkan ide ramai-ramai. Ada 30 orang dengan beragam latar dan profesi yang terlibat sekaligus menjadi pengurus HC,” tegasnya. HC diresmikan pada 27 November 2010, di Jakarta.

Tujuan dibentuknya HC terbilang mulia dan inspiratif. Paling utama, agar wanita Muslimah, khususnya yang masih berusia muda, tidak merasa sendirian. “Dulu, kan jarang wanita muda yang berjilbab. Banyak yang belum yakin atau belum pede, dan lain sebagainya. Nah, kami ingin membuat tempat bertukar pikiran, agar bisa meyakinkan orang, berjilbab itu cantik dan tidak menghalangi perempuan untuk bekerja atau mendapatkan jodoh,” papar Nalia.

Dan tidak hanya itu, melalui HC, para Muslimah juga bisa mempelajari Islam lebih mendalam lagi. Melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, studi Islam, atau saling bertukar pengetahuan antarsesama anggota dan apa pun yang akan membuat seluruh anggota HC menjadi Muslimah yang lebih baik.

(wida/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out