Sun, 18 Nov 2012 00:39:31 GMT | By Editor Indra Kurniawan, tabloidbintang.com

Feni Rose: Apresiasi untuk Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Anak, menurut presenter Feni Rose, butuh bimbingan yang terarah, motivasi agar tahu bagaimana berperilaku baik serta apa yang terbaik untuknya.


Feni Rose: Apresiasi untuk Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Anak, menurut presenter Feni Rose, butuh bimbingan yang terarah, motivasi agar tahu bagaimana berperilaku baik serta apa yang terbaik untuknya.

“Kalau saya kasih tahu, dia (Gianni) sering bilang saya sadis. Cuma begitulah saya. Saya enggak punya model cara mendidik selain saya melihat orang tua saya mendidik saya dan hasilnya, toh lumayan (merujuk diri sendiri). Alhamdulillah dia akhirnya paham itu,” jelas wanita kelahiran Malang, 1 November 1973, ini bersemangat. Didikan Feni membuahkan hasil.

“Saya bangga tahun ini dia terpilih sebagai Ketua OSIS. Bagus buat dia, kelak bisa jadi resume baginya saat mencari kerja,” Feni berkata sambil tersenyum.

Apresiasi kepada anak kerap diberikan Feni. Tidak perlu dalam bentuk hadiah, pelukan atau senyuman atau cukup katakan “bagus”, sudah membuat anak senang. “Berikan apresiasi kepada anak jika dia mendapat nilai bagus ata melakukan sesuatu yang baik. Apresasi itulah yang dibutuhkan anak untuk membangun rasa percaya diri. Anak umur ini, dibangun pride-nya, akan bagus buat perkembangannya,” kata juara tiga penata tari Festival Kreasi Betawi 1998 ini.

Sudah kewajiban Feni untuk memotivasi anak untuk mencapai potensi terbaiknya. “Sebagai orang tua saya harus selalu mendampingi mereka. Yakinkan, mereka punya potensi dan kompetitif. Rasa malas harus dilawan,” tandasnya.

Feni tidak memberikan edukasi seks kepada anak. “Alhamdulillah di sekolahnya sudah ada edukasi seks, jadi saya tidak perlu ajari lagi,” tukas Feni. Lantas, bagaimana menghadapi anak yang jatuh cinta? Sontak, Feni tertawa lebar. Dia kembali mengingat saat Gianni jatuh cinta, terjebak cinta monyet, dan mencintai laki-laki yang lebih tua, yang kesemuanya kandas.

“Saya, sih biasanya diam saja. Baru nanti setelah putus, saya bicara kepadanya. Waktu dia putus dari pacarnya yang lebih tua, saya bersyukur banget, hahaha. Dia berpacaran backstreet karena dia tahu saya melarang dia berpacaran dengan yang lebih tua. Setelah putus, saya kasih tahu dia biar matanya terbuka. Kalau tidak mempan, ya saya serahkan kepada bapaknya (suami Feni), hehehe,” istri Enkito Herman ini pun terkekeh.

(ind/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out