Sun, 17 Jun 2012 00:35:54 GMT | By Editor Wida Kriswanti, tabloidbintang.com

Dia “Cowok” atau “Pria Sejati”? (4 Indikator untuk Mengenalinya)

Apa bedanya antara cowok dan pria sejati? Ada indikator untuk mengenali


Dia “Cowok” atau “Pria Sejati”? (© 4 Indikator untuk Mengenalinya)

Hampir dipastikan, semua wanita mendamba memiliki kekasih atau pasangan hidup seorang pria sejati. Bagaimana cara mengenalinya?

Sosok laki-laki seperti itulah yang dibutuhkan -- bukan hanya diinginkan -- wanita agar kelak meraih kehidupan rumah tangga ideal. Siapa tidak mau memiliki suami bertanggung jawab sekaligus manis dalam memperlakukan istri dan anak-anaknya? Hmmm....

Permasalahannya, tidak semua wanita cerdas membedakan, apakah pria yang mendampinginya selama ini benar pria sejati atau hanya cowok. Tentu saja, keduanya -- pria sejati dan cowok -- sama-sama laki-laki. Tapi, tidak semua cowok adalah pria sejati. “Ada perbedaan pada keduanya, yakni pribadinya,” cetus Anggia Chrisanti Wiranto, konselor dan terapis EFT di biro psikologi Westaria (www.westaria.com).

Oleh karenanya, Anda, terutama yang masih lajang, harus belajar membedakannya. “Namun, pribadi atau kepribadian tidak dapat dikenali dengan mudah. Kita perlu mengetahui beberapa indikatornya,” ujarnya memberi petunjuk. Sederhana saja indikator yang dipaparkan Anggia.

1. Jangan semata menilai seseorang dari penampilannyaMenilai dari merek baju atau jam tangan mahal yang dikenakan. Jangan sebatas itu! Walau tidak dipungkiri, penampilan juga refleksi apa yang ada di dalamnya. Kepantasan dalam berpakaian, berdandan, penggunaan parfum, aksesori, potongan rambut, hair gel, dan sebagainya, jelas itu menunjukkan bagaimana dia di dalamnya. Laki-laki dengan kepantasan penampilan yang tidak lebih dan tidak kurang, diduga kuat memiliki kepribadian yang (cukup) baik. Minimal, dia tahu aturan kepantasan dan mau mengikutinya.

Jika dalam perhatian kita, penampilan “terlihat pantas” cukup menetap (hampir selalu atau bahkan selalu), ini bisa dijadikan salah satu indikator si dia adalah pria sejati, atau bahkan seorang gentleman. Sebaliknya, jika kita menemukan laki-laki yang tidak atau kurang pantas dalam penampilannya (terlalu berlebihan dalam aksesori, harus selalu memakai baju bermerek, parfum yang terlalu banyak hingga menyengat, perawatan rambut dan kulit yang juga berlebih, dan atau sebaliknya yaitu sangat kurang, patut disangsikan kepribadiannya.

2. Ketaatan terhadap aturanPerhatikan saat laki-laki ini dihadapkan dengan aturan-aturan di kantor atau tempatnya bekerja. Apakah dia berkomitmen terhadap jam masuk kantor, absensi, dan juga terhadap tugas-tugas pekerjaannya. Lalu perhatikan pula bagaimana ketaatannya terhadap aturan agama. Untuk hal satu ini, Anda perlu mengecek kebenarannya melalui saudara atau teman dekatnya.

Karena, mungkin saja saat bersama kita, laki-laki ini sedang bertopeng. Juga perhatikan bagaimana dia terhadap hukum yang berlaku di Indonesia atau di masyarakat. Bisa kita lihat saat dia berkendara. Apakah begitu mudah menyerobot, masuk jalur busway, menerobos lampu lalu lintas, membuang sampah ke jalan, dan sebagainya.

Jika dalam perhatian kita dia terlihat sebagai seseorang yang mudah mengabaikan atau cenderung menyepelekan aturan, sangat mungkin si dia hanyalah seorang cowok. Karena pria sejati, tentu bukan orang yang cuek kepada aturan.

3. Bagaimana dia bersikap Cara berpikir, cara menyampaikan pendapat, cara mempertahankan pendapat jika dia benar, cara mengakui kesalahan dan meminta maaf saat melakukan kesalahan (bukan yang mengobral kata “maaf”!), ini sangat bisa dijadikan indikator.

4. Bagaimana dia memperlakukan dirinya dan orang-orang di sekitarnya, terutama keluargaPerhatikan saat laki-laki ini bersama orang tuanya, adik atau kakaknya, sahabat-sahabatnya, rekan sekerja, dan lain-lain. Jika dia memperlakukan yang lainnya dengan buruk, sementara kepada kita baik, atau sebaliknya, jangan percayai laki-laki ini sebagai seorang pria sejati.

(wida/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out