
KEJAYAAN teknologi tak semestinya membuat manusia lupa akan budaya yang dipegangnya.
Demikian inspirasi desainer Nuniek Mawardi untuk koleksi busana muslim terbarunya.
Dunia futuristik yang dibarengi dengan kemajuan teknologi super cepat membuat sisi tradisi dan budaya nyaris habis tergerus jaman.
Dari sinilah bermula koleksi busana muslim bertema “Life in Technicolor” yang memadukan unsur semburat galaktika dan imajinasi penuh warna.
Bahan sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) berteknik tinggi yang dirangkai oleh para pengrajin lokal menghasilkan proses pewarnaan maksimal.
Kelembutan sutera dipadukan dengan bahan chiffon, katun, dan kulit, sehingga menjadikan karya Nuniek Mawardi kali ini lebih kaya rasa.
Berbagai spektrum warna diulas dalam motif-motif unik, seperti galaksi print, kaleidoskop print, hingga teknik tie-dye yang melahirkan warna-warna langit malam.
Agar tampilan lebih semarak, Nuniek menambahkan sedikit sentuhan kelap-kelip warna neon dalam pelengkap busana, seperti sepatu, legging, dan aksesori jilbab.
(rere/gur)
Foto-foto: Renny Adystiani
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- FOTO: Kucing Dicalonkan Jadi Wali Kota
- Tokoh-tokoh Olahraga Pekan Ini
- Banjir Besar di India
- Kala Gajah Bermain Bola
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Game-game Kejutan di E3
- Orang Ajaib di Dalam Lift
- Lihat
- Bagikan
berita hang out

The Queen of Anti Aging itu sangat giat memasyarakatkan permasalahan anti aging kepada masyarakat Indonesia dengan tujuan supaya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat.

Meso Body Impressions memberikan solusi bagaimana menuntaskan tumpukan lemak di tiga bagian tubuh terpenting bagi wanita

Bekerja delapan jam sehari sudah membuat tubuh lelah. Namun kadang kala, banyaknya pekerjaan membuat waktu kerja delapan jam tidak cukup.

Selama kehamilan, mungkin saja beberapa masalah mengintai tanpa sepengetahuan si ibu hamil. Bukan tidak mungkin gangguan laten berujung pada keguguran.

Sangat disayangkan jika produk-produk lokal khususnya kain sarung tidak dicintai oleh masyarakatnya sendiri.







