Fri, 20 Jul 2012 19:20:37 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

Busana Muslim Bergaya Gypsy dari Merry Pramono

Dengan tema “Gypsy Rhythms”, Merry meleburkan sisi etnik komunitas gypsy ke dalam pola busana muslim, sekaligus mengawinkannya dengan kain khas nusantara.


Busana Muslim Bergaya Gypsy dari Merry Pramono

KAUM gypsy dikenal sebagai pengembara. Menjelajah tempat-tempat tak tersentuh di belantara Eropa hingga Amerika, membangun kehidupan sendiri yang kaya akan keunikan kultur dan seni.

Dalam hal berbusana, kaum gypsy menjadi ikon tersendiri dalam sejarah mode dunia berkat keunikan dalam bergaya dan mengeksplorasi fashion yang penuh detail.

Gaya unik kaum gypsy menjadi inspirasi bagi desainer Merry Pramono dalam koleksi busana muslimnya.

Dengan tema “Gypsy Rhythms”, Merry meleburkan sisi etnik komunitas gypsy ke dalam pola busana muslim, sekaligus mengawinkannya dengan kain khas nusantara.

Nuansa gypsy yang paling kental terlihat dalam koleksi ini ialah penggunaan anting hoop di satu telinga dan aksesoris kalung yang semarak dan beraneka warna. Garis busana yang dihasilkan pun terinspirasi dari rok wanita gypsi yang panjang dan melayang.

Desainer asal Jakarta ini menggunakan bahan tenun dan sarung dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Kain yang menjadi material utama rancangan Merry merupakan perpaduan bahan tenun Tolaki, Wakatobi, Muna, Mekongga, dan bahan sarung.

Menurut Merry, kain tenun Kendari digunakan karena kesan ceria dan colorful. Motifnya pun memiliki ciri khas seperti sulaman kristik dan memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Kendari.

Perpaduan tiga gaya –gypsy, etnik Indonesia, dan muslim- karya Merry Pramono ini dipamerkan di ajang Indonesia Fashion Week 2012 beberapa waktu lalu.

(rere/gur)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out