Fri, 27 Jan 2012 20:57:19 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

Ini Derita dan Siksaan di Balik Pabrik Apple di China

“Apple sudah berkali-kali diperingatkan dan jika tidak segera mengambil tindakan, itu sudah keterlaluan.


Ini Derita dan Siksaan di Balik Pabrik Apple di China

APA saja siksaan para buruh di pabrik perakitan produk Apple di China?

Bekerja lembur selama seminggu penuh tanpa hari libur, tinggal bersama di asrama yang penuh sesak dan berdiri seharian sampai bengkak dan sulit berjalan. Itu hanya sedikit dari begitu banyak penderitaan yang dialami para buruh yang bekerja di pabrik perakitan produk-produk Apple di China.

New York Times Jumat (27/1), melansir Apple telah berulang kali diperingatkan seputar kondisi para buruh di Chengdu, China. Keamanan pabrik juga turut dipertanyakan, terlebih setelah tahun lalu terjadi dua kali ledakan akibat bahan kimia. Ledakan itu menewaskan empat orang dan 75 korban luka-luka.

“Apple sudah berkali-kali diperingatkan dan jika tidak segera mengambil tindakan, itu sudah keterlaluan,” ujar Nicholas Ashford, pakar keamanan pekerja dari Massachusetts Institute of Technology.

Ashford menambahkan, selain dipaksa menjalani jam kerja yang nyaris 24 jam, para pekerja juga mengalami gangguan pernapasan akibat bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk membersihkan layar iPhone. Dua tahun lalu, tercatat 140 pekerja harus dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan setelah menghirup aroma cairan pembersih itu. Sayangnya, para pekerja tidak punya pilihan lain. Setiap kali meminta keadilan, mereka selalu dihadapkan dengan slogan “Bekerja keras untuk hari ini atau bekerja keras mencari pekerjaan baru besok” yang dipampang besar-besar di dinding pabrik.

Lelah banting tulang dan memeras keringat, membuat 18 pekerja melakukan percobaan bunuh diri selama dua tahun terakhir. Tahun 2009 lalu, seorang buruh melompat dari atap rumah susun karena telah menghilangkan prototype iPhone. Seperti diberitakan Daily Mail, untuk mencegah insiden ini kembali terjadi, pihak pabrik memasang jaring pengaman di sekitar gedung. Jika ada buruh yang ingin bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung, jaring ini akan menahan tubuh mereka agar tidak jatuh di tanah dan tewas seketika.

Angka penjualan produk Apple yang semakin meroket, mendorong permintaan produksi yang lebih tinggi. Para petinggi raksasa tekno yang berbasis di California itu mengaku telah memperbaiki sistem kerja dan kesejahteraan buruh. Namun para aktivis dari forum keadilan buruh mengaku problem yang sama masih tetap berlangsung.

Saat Anda menggunakan iPhone atau iPad, ingatlah nasib buruh-buruh di China.

(rere/ade)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out