Wed, 30 Nov 2011 20:34:54 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

Penis Bengkok, Normal Atau Tidak?

Bentuk penis yang ideal juga menjadi ketakutan tersendiri, terlebih jika penis bengkok.


Penis Bengkok, Normal Atau Tidak?

PRIA selalu kuatir akan aset berharganya di bawah sana. Ukuran, bentuk, dan ketahanan penis, serta kualitas sperma selalu menimbulkan pertanyaan, sudah normal kah?

Bentuk penis yang ideal juga menjadi ketakutan tersendiri, terlebih jika penis bengkok. Wah, bagaimana ini?

Penis bengkok disebut juga Peyronie’s disease, diambil dari nama Francios de la Peyronie, dokter bedah asal Perancis yang pertama kali menemukan pengobatan untuk penis bengkok di tahun 1743. Tercatat 1 dari 100 pria di dunia memiliki penis bengkok.

Di dalam penis terdapat lapisan tunica albuginea yang melapisi jaringan dalam kulit atau corpora cavernosa. Dalam kondisi penis bengkok, terdapat jaringan luka yang perlahan berkembang di area tunica albuginea.

Jaringan ini menghambat penis untuk mengembang saat ereksi, sehingga alih-alih memanjang ke depan, penis justru membengkok ke arah tertentu.

Untungnya, penis bengkok tidak menyebabkan rasa sakit, bahkan pada saat berhubungan seks. Jika timbul rasa sakit, perlahan-lahan akan hilang dengan sendirinya.

Penis bengkok dapat dialami siapapun, tapi seperti dilansir Penis Report, penis bengkok paling banyak dialami pria berkulit putih di atas usia 40.

Belum diketahui apa penyebabnya, namun yang pasti, tidak memiliki kaitan dengan kanker atau gangguan kesehatan lainnya.

Walau tidak menimbulkan rasa sakit -bahkan beberapa wanita mengaku penis yang bengkok menghasilkan sensasi tersendiri saat berhubungan seks- penis bengkok juga dapat diobati.

Pengobatan yang dapat dipilih yaitu terapi dan suplemen yang mengandung obat anti-radang, seperti acetyl L-carnitine, sildenafil, dan potassium para-aminobenzoate.

Operasi menjadi opsi terakhir untuk mengobati penis bengkok.

dari Berbagai Sumber

(rere/gur)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out