Sat, 24 Nov 2012 19:48:50 GMT | By Editor Rizki Adis Abeba, tabloidbintang.com

5 Sifat yang Berdampak Buruk Bagi Karier. Hindari!

Semakin lama bekerja di satu tempat, Anda semakin mengenali karakter dan sifat rekan-rekan kerja Anda.


5 Sifat yang Berdampak Buruk Bagi Karier. Hindari!

Semakin lama bekerja di satu tempat, Anda semakin mengenali karakter dan sifat rekan-rekan kerja Anda.

Si A orangnya ramah, si B agak pendiam, si C agak lebay, dan si D paling enak diajak curhat. Sifat dan karakter seseorang juga tercermin dari caranya bekerja. Ada yang bagus dan mendukung kegiatan kerja serta team work, ada pula orang-orang yang membawa sifat kurang menguntungkan bagi pekerjaannya.

Pekerja seperti ini tentu bukan tipe pekerja yang disukai rekan-rekan kerjanya. John McKee, konsultan bisnis dan penulis buku 21 Ways Women in Management Shoot Themselves in the Foot memaparkan apa saja ‘dosa’ yang sering tanpa disadari muncul dalam diri para pekerja. Kelihatannya memang cuma hal-hal sepele, tapi berdampak besar bagi kelangsungan karier Anda di satu tempat, lho!

Suka Membanggakan DiriKita semua bangga bila berhasil membuat pencapaian tertentu. Bangga boleh, asal jangan terlalu membanggakan pencapaian yang diperoleh tanpa mengindahkan bantuan apa saja yang pernah diterima dari orang lain. Sifat terlalu membanggakan diri atau pongah akan membuat rekan kerja Anda tak nyaman. Ketika kesuksesan diraih, jangan pernah melupakan jasa rekan-rekan kerja Anda. Menganggap sebuah kesuksesan merupakan buah solo-karier Anda hanya akan menjadi bencana.

DengkiSiapa yang tak iri melihat orang lain sukses? Sah-sah saja jika rasa iri menjadi motivasi, tetapi kalau rasa itu berkembang menjadi rasa dengki, akan merugikan diri sendiri. “Sesungguhnya pemikiran seperti itu justru akan membuat Anda makin tak fokus dengan pekerjaan yang sedang Anda lakukan,” kata McKee. Yang harus dilakukan, biarkan rasa iri tumbuh menjadi motivasi untuk mencapai kesuksesan yang sama. Jadikan pengalamannya menjadi motivasi Anda dalam meraih sukses dan membuat lompatan dalam karier.

PemarahLantaran keinginan tak tercapai, Anda lalu melampiaskan kemarahan tidak pada tempatnya. Ini salah besar. Kemarahan tak akan memberi keuntungan bagi siapa pun di tempat kerja, melainkan hanya menghancurkan reputasi, kredibilitas, dan profesionalisme Anda. “Mereka yang marah karena tak mendapat promosi, justru akan terlihat menyedihkan dan sama sekali tak akan menjadi inspirasi buat yang lain,” jelas McKee. Boleh-boleh saja Anda kecewa atau tak sependapat dengan orang lain. Tapi alih-alih mengeluarkan emosi di depan orang, kendalikan emosi menjadi sebuah tindakan yang membawa keuntungan di mata orang lain. Jadikan kemarahan sebagai amunisi untuk melakukan “sweet revenge”. Buatlah prestasi membanggakan.

LambanTerlalu tergesa-gesa mengerjakan satu pekerjaan akan menimbulkan kecerobohan, tetapi terlalu lamban juga akan memberi dampak buruk untuk kemajuan karier Anda. Kemalasan dan kelambatan tidak bisa ditolerir dalam urusan kerja. Tak ada yang bisa disalahkan jika rekan Anda yang lebih rajin kemajuannya pesat. “Perlakukan setiap hari kerja dan setiap proyek sebagai kewajiban yang harus segera diselesaikan, dan ingat bahwa masa depan Anda bergantung padanya. Itu akan lebih baik,” ungkap McKee.

Terlalu AmbisiusAmbisi memang harus terus dipupuk demi memberi semangat kerja, namun ada kalanya sifat ambisius yang terlalu berlebihan mengganggu stabilitas kerja tim Anda. “Semua hal ingin dikuasai, terlalu banyak fokus dalam bekerja, itu salah satu resep kegagalan. Pastikan Anda sudah siap -- secara profesional dan personal -- untuk menghadapi tantangan lebih besar, dengan fokus pada satu tujuan,” beri tahu McKee. Meraih kesuksesan karier berarti sukses menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dan keinginan profesional yang salah tempat, justru akan menciptakan masalah baru di rumah, juga di kantor.

(riz/adm)

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...

berita hang out