okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 23 Jan 2013 01:26:35 GMT | By fyulianti, okezone.com

Gelombang Tujuh Hantu di Riau Akan Masuk Rekor Dunia



Gelombang Tujuh Hantu di Riau Akan Masuk Rekor Dunia

BENTANG alam Indonesia memiliki keunikan masing-masing yang sungguh luar biasa. Salah satunya adalah Gelombang Bono di Sungai Kampar, Provinsi Riau. Tangguhnya gelombang Bono bahkan menantang peselancar Inggris untuk memecahkan rekor dunia.

Gelombang BONO (tidal bore) yang terdapat di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pertama kali ditemukan oleh beberapa peselancar asal Prancis dan Brasil. Sejak saat itu pula, banyak peselancar nasional maupun internasional telah dan berkeinginan mencoba dahsyatnya gelombang tujuh hantu (seven ghost) ini.

Salah satunya adalah Steve King, peselancar asal Inggris. King akan menjajal gelombang Bono sekaligus memecahkan rekor berselancar dengan jarak tempuh terpanjang dan terlama. Pemecahan rekor ini akan dilaksanakan pada 9-14 Februari 2013 dan akan dicatatkan pada Guinnes World Records.

Kegiatan pemecahan rekor ini didukung pemerintah setempat, yaitu Kabupaten Pelalawan. "Saya sangat mendukung kegiatan ini. Artinya, gelombang Bono yang ada di Sungai Kampar bisa lebih dikenal masyarakat Indonesia dan juga internasional," kata Bupati Pelalawan H. M. Harris, dalam rilis yang diterima Okezone, Rabu (23/1/2013).

Gelombang Bono memang fenonema unik. Gelombang ini terjadi karena bertemunya arus pasang air laut dengan sungai ditambah penyempitan pertemuan arus dikarenakan sebuah pulau muda yang membelah Sungai Kampar, tepatnya di bagian muara sungai.

Gelombang Bono juga terkenal dengan sebutan gelombang tujuh hantu lantaran gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan bentuk layaknya kubah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pelalawan, Zulkifli, mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Pelalawan menyambut baik kedatangan para peselancar ini. "Tentunya kita mengharapkan, dengan kedatangan para peselancar seperti mereka di Teluk Meranti, ya walaupun dengan fasilitas belum sempurna dan masih ada kekurangan di sana_sini, mereka masih mau datang, bahkan untuk memecahkan rekor baru dalam berselancar di gelombang sungai," ujar Zul.

Sementara, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus dan KIE Kemenparekraf Achyaruddin berharap kegiatan ini menjadikan Riau, sebagai provinsi yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, akan semakin diperhitungkan sebagai destinasi minat khusus yang mendunia.

0Komentar

video gaya hidup

lainnya...