Thu, 25 Aug 2011 19:40:19 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

Seberapa Penting Gelar Sarjana di Zaman Sekarang?

ANDA percaya anggapan yang menyebutkan semakin tinggi jenjang pendidikan yang dijalani seseorang, semakin tinggi pula penghasilannya? Jika Anda percaya, simak dulu hasil riset berikut ini.


Seberapa Penting Gelar Sarjana di Zaman Sekarang?

ANDA percaya anggapan yang menyebutkan semakin tinggi jenjang pendidikan yang dijalani seseorang, semakin tinggi pula penghasilannya? Jika Anda percaya, simak dulu hasil riset berikut ini.

Daily Mail, Kamis (25/8) melaporkan, data dari The Office for National Statistics menyebutkan rata-rata pemegang gelar PhD menghasilkan pendapatan 16,10 poundsterling per jam, sedangkan seseorang dengan gelar A-Level (setara diploma) memiliki penghasilan 10 poundsterling per jam.

Tapi jika dibandingkan dengan pemegang gelar sarjana, angka ini masih lebih besar, karena penghasilan rata-rata para sarjana kurang dari 10 poundsterling per jamnya.

Kenyataan ini diperburuk dengan data yang menyebutkan para penyedia lahan pekerjaan cenderung tidak akan memilih orang-orang yang tak memiliki pengalaman kerja, termasuk para fresh graduates.

Survey ini juga membuktikan angka sarjana yang bekerja pada bidang low-skill dan bergaji rendah telah berlipat ganda sejak 1993.

“Nilai sebuah gelar sarjana semakin hari semakin menurun,” tutur Phil McCabe dari Forum of Private Business.

Pernyataan ini diamini Tanya de Grunwald, pendiri Graduate Fog, sebuah situs pencari kerja di Inggris.

“Banyak orang meyakini seorang sarjana umumnya digaji 26.000 poundsterling (setara Rp 365 juta) per tahun, tapi ini tidak sesuai kenyataannya. Kebanyakan dari mereka mendapat pekerjaan ringan,” ujarnya.

Faktanya tak sedikit tokoh inspiratif dunia yang meraih kesuksesan walau tak menamatkan bangku sekolah.

Bos Microsoft, Bill Gates, serta pendiri Facebook, Mark Zuckerburg memegang peranan penting dalam sejarah teknologi dunia setelah hengkang dari kampus bergengsi Harvard.

Steve Jobs, pendiri Apple dan sosok di balik film-film Pixar, hanya bertahan satu semester di kampusnya.

Kondisi ini juga terjadi di Indonesia. Buktinya, perancang muda yang tengah naik daun, Tex Saverio, berhasil merebut hati para pengamat mode dunia walau hanya memegang ijazah SMP.

(rere/gur)

0Komentar

berita lainnya