Sat, 16 Feb 2013 03:20:00 GMT | By Editor Indra Kurniawan, tabloidbintang.com

Oki Setiana Dewi: Kuliah di Arab Saudi dan Menulis 4 Buku

Empat bintang Ketika Cinta Bertasbih (KCB) hasil audisi memiliki hokinya masing-masing, termasuk Oki Setiana Dewi.


Oki Setiana Dewi: Kuliah di Arab Saudi dan Menulis 4 Buku

EMPAT bintang Ketika Cinta Bertasbih (KCB) hasil audisi memiliki hokinya masing-masing, termasuk Oki Setiana Dewi.

Andi Arsyil Rahman, pemeran Furqon, selain sibuk syuting Tukang Bubur Naik Haji (TBNH), dia juga mengelola travel haji dan umrah serta menulis buku. Tiga buku telah dihasilkan, Life is Miracle (Menangkap Pesan Luar Biasa Dari Setiap Keping Kejadian), Eurecle (Anda Dan Setiap Manusia Adalah Keajaiban), dan Hope. Kholidi Asadil Alam (Azzam), berbisnis ayam bakar. Meyda Safira (Krucil), menjadi asisten dosen di sebuah Perguruan Tinggi di Sumedang, Jawa Barat.

Tak ketinggalan, Oki Setiana Dewi (Ana Alfathunisa). Setelah merengkuh gelar Sarjana dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia awal tahun lalu, ia menimba ilmu di Universitas Ummul Quro di Makkah, Saudi Arabia. Empat buku juga telah dihasilkan Oki, Melukis Pelangi (2011), Sejuta Pelangi (2012), Cahaya di atas Cahaya (2012), dan yang baru diluncurkan, Sabtu (2/2) lalu, Hijab I'm In Love. Tidak cuma itu, dia setiap akhir pekan juga mengajar mengaji di sebuah Lapas wanita di Tangerang, Banten.

Menghilang dari layar lebar dan layar sinetron, Oki jadi lebih leluasa beraktivitas yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan saat sibuk syuting. Mewujudkan impian menimba ilmu ke Makkah menjadi salah satu agenda Oki. Sudah lama ia memendam rasa rindu pada kota yang memiliki banyak tempat bersejarah, seperti Ka'bah, Masjidil Haram, Hajar Aswad, Multazam, dan lainnya.

“Begitu lulus kuliah S1, pada saat itu aku berpikir bahwa ini waktu yang sangat baik untuk belajar di Makkah. Mumpung belum menikah, mumpung juga aku sudah menyelesaikan sekolah."

Satu bulan di Makkah – dari awal Februari sampai awal Maret 2012, banyak kejadian yang membawanya ke dalam perjalanan spiritual. “Visaku cuma satu bulan, jadi di Makkah cuma satu bulan. Pas lagi kuliah, aku ditawari main film dan harus pulang ke Indonesia. Cuma, karena sedang fokus belajar, aku menolak tawaran itu. Aku tahu kapasitas diriku. Kapan aku bisa nyambi, kapan aku bisa fokus,” Oki bercerita.

Ia tidak menyesali keputusannya. “Aku tahu kapan harus belajar, main sinetron, berkarya, dan kapan harus having fun sama teman-teman.”

Kelar dari Ummul Quro, Oki melanjutkan studi dengan memperdalam bahasa Arab dan Alquran di sana. Semangat Oki untuk belajar tidak pernah surut. Sekembalinya ke Jakarta, ia kemudian melanjutkan kuliah di Program Pascasarjana Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Jakarta.

“Aku sangat concern dan peduli dengan pendidikan anak-anak. Ke depannya aku pengin punya sekolah sendiri, memberikan kontribusi di bidang pendidikan,” alasan Oki mengambil jurusan tersebut. Kepedulian Oki terhadap dunia pendidikan anak-anak bukan sebatas kata-kata.

Berinteraksi dengan anak-anak bagi Duta Autis dan juga Duta Tuberkulosis (TBC) ini adalah sumber penyemangat. Beberapa kali Oki terlibat aksi peduli anak-anak. Ia mengaku sangat menyukai anak-anak. Dunia anak-anak dianggapnya dunia yang menyenangkan.

“Ke depannya suatu saat aku pengin punya sekolah, fokus di bidang parenting, dan pengasuhan anak. Aku ingin menjadi seseorang yang concern di bidang pendidikan anak-anak. Insya Allah aku akan mengambil S3 bidang anak-anak juga,” begitulah impian Oki.

(ind/adm)

0Komentar

berita lainnya