Tue, 14 Aug 2012 14:34:07 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

Facebook Bantu Penyembuhan Pengidap Amnesia

Mayank membaca satu-persatu status yang ditulisnya di Facebook, kemudian mencari tahu siapa saja kawan-kawannya, juga kenangan yang terlupakan melalui koleksi foto. Dari situlah dia berhasil menyusun kembali kepingan memori mengenai teman-teman dekat dan apa saja yang telah dia lalui di masa lalu.


Facebook Bantu Penyembuhan Pengidap Amnesia

BANYAK pengguna Facebook yang mengaku tak suka dengan tampilan baru yang diluncurkan nyaris setahun yang lalu. Fitur ini dinilai membeberkan seluruh informasi yang bersifat pribadi dalam satu halaman yang dapat diakses banyak orang.

Tapi tidak bagi pria asal India ini. Facebook justru membantunya mendapatkan kembali ingatannya setelah mengidap amnesia.

Mayank Sharma, lelaki asal New Delhi, India, terkena penyakit tubercular meningitis di tahun 2010. Gangguan kesehatan ini menyerang sistem syaraf dan menyebabkan peradangan di jaringan otak dan syaraf tulang belakang. Mayank mampu bertahan hidup dari penyakit mematikan itu, namun dia harus kehilangan seluruh ingatannya.

“Satu-satunya yang saya ingat, saya terbangun tanpa memori. Saya bahkan tidak mengenali bayangan saya sendiri di cermin,” ungkap Mayank seperti dikutip Huffington Post, Senin (13/8).

Peristiwa yang terjadi saat usianya 26 tahun itu dipaparkan dalam sebuah blog, termasuk perasaan tertekan akibat tidak mampu merespon simpati yang diberikan orang-orang terdekatnya.

Lelaki yang dulu bekerja sebagai penulis di jalur tekno itu, kembali mempelajari masa lalunya. Dimulai dari mencari informasi tentang dirinya sendiri di Google, lalu membaca email-email di akun Gmail miliknya.

“Setiap email mendeskripsikan siapa saya sebenarnya, sesuatu yang tidak saya ingat,” ujar Mayank kepada Lighthouse Insights.

Lalu Mayank (kembali) menemukan Facebook.

Mayank membaca satu-persatu status yang ditulisnya di Facebook, kemudian mencari tahu siapa saja kawan-kawannya, juga kenangan yang terlupakan melalui koleksi foto. Dari situlah dia berhasil menyusun kembali kepingan memori mengenai teman-teman dekat dan apa saja yang telah dia lalui di masa lalu.

Dua tahun mencari jati diri, perkembangan memori Mayank semakin membaik. Namun dokter menyebutkan, frustasi yang dilaluinya tidak akan hilang dalam waktu singkat.

(rere/gur)

0Komentar

berita lainnya