Mon, 13 Aug 2012 12:14:41 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

3 Orang yang Membuat Pria Merasa Diabaikan

Jangan sampai pasangan merasa diabaikan hanya karena Anda terlalu mengistimewakan 3 orang ini.


3 Orang yang Membuat Pria Merasa Diabaikan

PRIA akan merasa diabaikan jika pasangannya lebih sering meminta bantuan orang lain ketimbang mengandalkannya di setiap kesempatan darurat.

Persoalan ego, mungkin saja, namun menjadikan pasangan sebagai orang yang dapat diandalkan bisa membuat si dia merasa lebih istimewa di mata Anda. Tak perlu takut dicap manja atau ketergantungan, si dia akan dengan senang hati membantu Anda menyelesaikan masalah.

Pria cenderung merasa tidak berguna jika pasangannya mendahulukan orang lain untuk hal-hal yang sebenarnya mereka pun jago melakukannya. Jangan sampai pasangan merasa diabaikan hanya karena Anda terlalu mengistimewakan 3 orang berikut:

1. Mantan pacar

Tak sedikit wanita yang masih senang membahas mantan kekasihnya di depan pasangan karena mengira pasangannya oke-oke saja dengan topik yang dibahas. Wajahnya memang terlihat baik-baik saja, seolah membahas mantan kekasih sebagai hal yang wajar. Padahal di dalam hatinya terasa seperti diiris-iris mendengar Anda masih saja menceritakan orang yang berhasil dia kalahkan untuk bisa bersama Anda.

2. Sahabat

Ada dua alasan mengapa pria tidak suka melihat pasangannya tengah asyik mengobrol dengan sahabatnya. Pertama, takut pasangannya menjadi penggosip. Kedua, karena pasangannya lebih banyak bercerita kepada sahabat ketimbang si dia. Dipromosikan naik jabatan di kantor, dirayakan bersama sahabat. Diomeli atasan, lagi-lagi curhat pada sahabat. Dalam kondisi seperti ini, terbersit satu pertanyaan dalam benak para pria, “Kenapa tidak cerita kepadaku saja?”

3. Keluarga

Memiliki pasangan yang dekat dengan keluarga menjadi dilema tersendiri bagi para pria. Kabar baiknya, wanita yang dekat dengan keluarga cenderung memiliki sifat keibuan dan dapat mengurus rumah tangga dengan baik dengan penuh rasa kekeluargaan. Tapi gawatnya, para pria harus bersiap-siap jika urusan pribadinya bersama pasangan dicampuri pihak keluarga. Apalagi jika setiap kali berselisih paham, Anda langsung melapor kepada orang tua, kakak, atau adik. Padahal, semakin banyak orang yang dilibatkan, masalah menjadi semakin alot.

dari Berbagai Sumber

(rere/gur)

0Komentar

berita lainnya