Mon, 13 Aug 2012 08:04:09 GMT | By Editor Wida Kriswanti, tabloidbintang.com

Iie dan Marsha: Jadi Tutor Hijab Berawal dari Hobi Otak-atik Jilbab

Profesi sebagai tutor hijab tidak terbatas bagi mereka yang memiliki lini mode, lho!


Iie dan Marsha: Jadi Tutor Hijab Berawal dari Hobi Otak-atik Jilbab

Profesi sebagai tutor hijab tidak terbatas bagi mereka yang memiliki lini mode, lho!

Kalau Suci Utami jadi tutor hijab karena sekalian mempromosikan produk mode muslimahnya, lain hal dengan yang dilakukan duet Iie dan Marsha. Keduanya bukan perancang dan tidak punya lini mode. Tapi, tidak menghalangi mereka untuk menjadi tutor hijab. “Kami berteman, sama-sama ibu, rumah berdekatan, dan kebetulan minat sama, mengotak-atik jilbab,” ujar Marsha, ibu tiga anak yang baru berusia 26 tahun. Iie yang bernama panjang RA Artrinia Arianto (34) menambahkan, “Jadi, kenapa tidak diseriusi?”

Sekitar Februari 2012, Iie dan Marsha resmi membentuk J'Ers Hijab Class dengan slogan “@home, @office, @nywhere”. Karena pergerakan mereka tidak dimulai dari komunitas muslimah besar seperti halnya Hijabers Community, Iie dan Marsha mengandalkan pertemanan dan grup di BBM.

Mereka mempromosikan langsung dari mulut ke mulut tentang J'Ers. Keunggulannya terdapat pada slogan yang mereka gaungkan, yakni bisa dilakukan di rumah, di kantor, dan di mana saja. “Tinggal hubungi kami lewat telepon di 08128889809 (Iie) dan 085691162919 (Marsha) atau add pin BB 28DF350D, langsung kami diskusikan penjadwalannya,” kata Iie.

Bintang berkesempatan menjadi peserta hijab class J'Ers di pekan terakhir menjelang Ramadan, yang digelar di sebuah rumah makan. Dengan mentransfer uang kepesertaan senilai 120 ribu rupiah, kami resmi menjadi satu dari 10 orang peserta. “J'Ers membatasi jumlah peserta dalam satu sesi, sebanyak 10 sampai maksimal 15 orang saja. Jadi proses mengajar bisa lebih intens dan efektif,” ungkap Iie.

“Kalau ada yang lagi menggelar arisan keluarga atau reuni, kami juga bisa dipanggil untuk mengisi sesi hijab class, lho!” promo mereka yang mengandalkan gaya hijab tanpa jarum dan peniti, kompak.

Ya, kami merasakan sendiri keintiman proses mengajar yang dilakukan J'Ers. Iie dan Marsha tidak segan turun tangan langsung membantu peserta yang kesulitan mengikuti gaya hijab yang diperagakan. Selain itu, kelas yang intim juga mempermudah peserta yang ingin konsultasi lebih jauh. Seorang peserta bernama Dina, yang baru kali pertama mengikuti hijab class, mengungkapkan kesannya. “Saya, kan ada rencana berjualan jilbab. Kalau nanti pembeli tanya cara pakai jilbabnya bagaimana, saya sudah siap,” ceritanya. Wah, bermanfaat banget, ya?

J'Ers sudah melayani panggilan di wilayah Jabodetabek, dan yang terjauh di Bandung. Pernah satu kali jadwal panggilan begitu padat, dalam satu hari J'Ers melayani empat kelas. “Kalau jaraknya berdekatan, kami bisa atur itu. Kalau jaraknya lumayan jauh, satu hari bisa cuma dua atau cuma satu. Tidak ada ketentuan pasti. Kami sangat fleksibel, yang penting sesuai jadwal saya dan Marsha. Itu yang paling utama, karena kami tidak akan melakukannya jika sendiri. Harus berdua,” tegas Iie yang menganggap Marsha lebih dari sekadar rekan kerja.

“Kami sama-sama punya anak, jadi sama-sama tidak punya 'jadwal pasti'. Kalau salah satu tidak bisa karena anak sakit atau apa, lebih baik mundur atau tidak jadi. Saya dan Iie punya spesialisasi gaya masing-masing, tidak bisa digantikan,” imbuh Marsha, yang lebih menonjolkan gaya hijab yang girly, sementara Iie lebih tomboi.

Bekerja sebagai tutor hijab banyak untungnya. Selain menambah pemasukan, tidak ada peraturan yang mengikat dan suasana kerja yang cukup santai. “Ya, ini yang kami sukai. Marsha misalnya, bisa membawa anaknya ke sini (hijab class). Saya juga pernah membawa anak. Selain itu, jam kerja kami sebentar, jadi tidak perlu lama meninggalkan anak dan keluarga di rumah. Ibu-ibu mana yang tidak suka (pekerjaan ini)?” kata Iie, yang mendapat dukungan dari suami dan anak-anaknya. Wah, benar banget!

(wida/adm)

0Komentar

berita lainnya