Sat, 11 Aug 2012 13:32:50 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Mewaspadai Efek Sinar Ultraviolet Terhadap Mata!

Wanita karier paling melek efek paparan sinar ultraviolet (UV) terhadap kulit


Mewaspadai Efek Sinar Ultraviolet Terhadap Mata!

Wanita karier paling melek efek paparan sinar ultraviolet (UV) terhadap kulit.

Tidak ingin kulit terlihat legam atau kisut, mereka selalu menyediakan hand and body lotion dan bedak di dalam tas atau laci meja kerja. Tak lupa ketika belanja, jeung-jeung kantoran memilih produk dengan kadar SPF tinggi agar kulit wajah dan tubuh tetap kinclong, gitu lho!

Mata Versus Sinar UV B

Masalahnya, organ tubuh yang terpapar sinar UV bukan hanya kulit, lho! Mata Anda setiap hari bersinggungan dengan sinar kiriman sang surya. Istilah sinar UV memang tidak asing di kuping. Tapi banyak yang belum memahami sepenuhnya apa itu sinar UV? Sinar UV, bagian spektrum gelombang elektromagnetik yang dipancarkan matahari.

“Sinar matahari terpancar dalam beberapa spektrum dari warna merah hingga ungu. Gelombang elektromagnetik itu mengarah ke warna ungu. Sinar UV terbagi tiga. Sinar UV A dengan panjang 315 sampai 400 nm (nanometer-red). UV B panjangnya 280-315 nm, sementara UV C 100-280 nm,” urai Direktur Medik dan Keperawatan RS Mata Aini, dr Zainal Azhar SpM(K) ditemui pekan lalu.

Dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Anda tentu ingat sinar UV itu memapar bumi tapi dihalangi lapisan ozon. Yang berhasil menyusup ke Bumi konon hanya 10 persen. Berbagai penelitian menyebut, sinar UV tak hanya berdampak buruk pada kulit, tapi juga penglihatan. Dari tiga jenis sinar, UV B disebut-sebut sebagai musuh besar mata.

Dalam jangka panjang, sinar ini memicu benih katarak. “Sinar UV B seperti halnya gelombang electromagnetik lain menyebabkan denaturasi protein dan menyebabkan efek peng-ion atau ionisasi. Lensa mata tadinya berwarna bening seperti kaca. Ia bersifat seperti putih telur,” Zainal melanjutkan.

Warna putih telur jika dipanaskan warnanya menjadi putih susu. Begitu pun lensa mata. Kalau terpapar panas dalam suhu tertentu, ia akan memutih dan mengaburkan pandangan kita terhadap objek. Lalu, susunan molekul lensa asli berubah jadi molekul degeneratif. Begitulah perumpamaan sederhana soal denaturasi. Dan ingat, sinar UV B tidak hanya mampu mengobrak-abrik lensa. Terhadap retina, UV B berpotensi merusak makula. “Makula adalah titik fokus dari penglihatan. Makula, bagian dari retina yang memungkinkan Anda melihat detail-detail halus pada objek pandang. Intensitas penyerapan cahaya di wilayah ini cukup tinggi,” imbuhnya.

Mata Punya Petugas “Cleaning Service”

Jika makula terpapar UV B dalam jangka panjang, ia bisa mengalami gangguan regenerasi sel dan fungsi. Selain itu, UV B mengancam sel pigmen epitel pada indra penglihatan. Jika mata kita ibarat kantor, maka sel pigmen epitel itu petugas cleaning service.

Sel pigmen epitel disebut tukang bersih-besih bagi organ mata keseluruhan. Ia membersihkan hasil metabolisme sel-sel kerucut (sel-sel penerima sinar di dalam retina mata yang bertanggung jawab terhadap penglihatan warna-red). Sisa metabolisme ini dibawa keluar sel pigmen epitel.

“Kalau sel pigmen epitel rusak, terjadilah penumpukan sisa metabolisme. Sel sisa metabolisme ini kalau dibiarkan menumpuk akan mencekik sel-sel lain yang sehat. Sel pigmen ini juga mempunyai pigmen yang fungsinya menangkap setiap radiasi,” demikian Zainal menjelaskan.

Itu sebabnya, menurut Zainal, banyak vendor kacamata mengembangkan teknologi lensa untuk menghalau sinar UV. Masalahnya, paparan UV B tidak hanya dari depan. Pantulan sinar ini menyerbu dari sisi belakang lensa juga. Beberapa ahli mulai memperkenalkan lapisan anti-refleksi terbaru untuk permukaan belakang lensa, yakni broad spectrum technology. Teknologi ini diyakini mampu meredam pantulan sinar UV sembari tetap mempertahankan tingkat kejernihan lensa.

Seolah tak mau kalah dengan hand and body lotion dan bedak, yang beramai-ramai menjajakan SPF, lensa kacamata pun melakukan langkah serumpun. Sadar bahwa mata juga diincar sinar UV, lensa kacamata generasi mutakhir mulai membekali diri dengan Eye-Sun Protection Factor (Eye-SPF).

Tampaknya, isu sinar UV versus mata tengah menjadi topik hangat berbagai vendor lensa dan kacamata di seluruh dunia. Vendor ternama Essilor awal tahun ini jadi pionir yang memperkenalkan teknologi Crizal Forte UV dengan Eye-SPF = 25. Vendor ini mengklaim, mampu melindungi mata 25 kali lebih kuat ketimbang lensa-lensa lain.

“Silakan memilih lensa untuk melindungi mata. Saya ingin meluruskan asumsi mengenai mata minus berpotensi lebih besar tergerus UV B. Itu salah. Paparan sinar UV tidak tergantung pada plus atau minus mata melainkan berapa lama mata Anda terkena terpapar sinar ultraviolet. Dan apakah Anda memakai pelindung atau tidak,” tandas Zainal mengakhiri perbincangan.

(wyn/adm)

0Komentar

berita lainnya